21 Robiul Awwal 1432 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
14 Februari 2012 M
KELUARGA NABI MUHAMMAD SAW
1) Allah SWT berfirman : “Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersikan kamu sebersih-bersihnya.”
(QS Al Ahzab juz 22 ayat 33)
2) Sedangkan keluarga Nabi Muhammad SAW adalah semua orang yang berkewajiban kepada Nabi Muhammad SAW, seperti istri dan keluarganya. Adapun perintah-perintah yang ditujukan kepada mereka (keluarga Nabi Muhammad SAW) karena mereka merupakan panutan umat. Sebagaimana Hadits Riwayat Imam Ahmad dan Turmudzi dari Anas bin Malik, Anas berkata, “Sesungguhnya Rasulllah SAW melewati depan pintu Siti Fatimah selama 6 bulan. Apabilah Rasulullah SAW berangkat sholat subuh beliau berkata, “Sholatlah wahai keluargaku.”
3) Imam Qurtubi berkata, “Apa yang telah dijelaskan dalam ayat Al qur’an, ayat tersebut adalah umum untuk semua keluarga Nabi Muhammad SAW, baik istri beliau atau yang lain, maka ayat Al qur’an tersebut bahwa istri-istri Nabi Muhammad SAW termasuk ahlul bait (keluarga Nabi Muhammad SAW).”
4) Adapun hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dan selain Imam Turmudzi, dari Umi Salamah, hadits tersebut seperti yang telah diterangkan Imam Turmudzi adalah hadits ghorib (lemah). Umi Salamah berkata, “Ayat tersebut turun dirumahku.” kemudian Rasulullah SAW memanggil Sayyidina Ali, Fatimah, Hasan dan Husein, maka beliau masuk bersama mereka dibawah selimut khoibar dan Rasulullah SAW bersabda, “Mereka lah keluargaku.” Kemudian Rasullah SAW membaca ayat artinya “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersikan kamu sebersih-bersihnya.”” Dan Rasulullah SAW berdoa yang artinya, “Wahai Tuhanku! hilangkanlah semua kesalahan dari mereka dan bersikanlah mereka dengan sebersih-bersihnya.” Kemudian Umi Salamah berkata, “Ya Rasulullah Apa aku termasuk golongan mereka?.” Rasulullah SAW menjawab, “Engkau tetap ada diposisimu yaitu posisi sebagai orang baik.” Imam Qusairi berkata, “Umi Salamah berkata, “Aku memasukkan kepalaku kedalam selimut khoibar”. Lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah SAW! Apa aku termasuk golongan mereka?, Rasulullah SAW menjawab, “Ya.” (Kitab Tafsir Munir Juz 22 hal. 11 – 14)
Konon menurut cerita orang-orang tua,bahwa Masjid Agung Bangil adalah sebuah masjid Tiban(tiba-tiba muncul)dengan ukuran 22m x 22m. dengan kontruksi yang terbuat dari kayu jati dan ada 4 tiang penyangga utama yang kenal sebagai soko wolu . Menurut artifak yang ada di mihrob,tertulis tahun 1287 H
Minggu, 19 Februari 2012
Selasa, 03 Januari 2012
sholat sunnah tasbih
9 Shofar 1433 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
3 Januari 2012 M
SHOLAT SUNNAH TASBIH
1) Rasulullah SAW berkata kepada Abbas ra., “Wahai pamanku, maukah aku memberi manfaat kepadamu, mau kah aku menyambung kepadamu?”, Abbas ra, menjawab, “Ya! Wahai Rasulullah.” Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah engkau sholat 4 rokaat yangmana setiap rokaat engkau membaca fatechah dan surat, apabila telah selesai membaca ucapkanlah
“Subhanallah ........ 15x sebelum engkau ruku’.
Kemudian engkau ruku’ maka bacalah 10x,
Kemudian engkau mengangkat kepalamu bacalah 10x
Kemudian engkau sujud bacalah 10x,
Kemudian engkau angkat kepalamu bacalah 10x,
Kemudian engkau sujud bacalah 10x,
Kemudian engkau angkat kepala mu bacalah 10x sebelum engkau berdiri.
Dengan demikian ada 75 tasbih pada setiap rokaat. Dan dalam sholat tasbih ada 300 bacaan Tasbih dalam 4 rokaat. Seandainya dosa-dosamu itu seperti pasir yang penuh dan mengumpul niscaya Allah SWT akan mengampuninya.
Ada sahabat bertanya. “Wahai Rasulullah SAW, “Bagaimana kalau ada orang yang tidak mampu mengucapkan tasbih tersebut pada setiap hari?, maka Rasulullah SAW menjawab, “Ucapkan lah pada satu jum’at. Maka apabila dia tidak mampu maka ucapkan pada satu bulan sehingga Rasulullah SAW bersabda, “Ucapkanlah tasbih tersebut pada 1 tahun.” (Kitab Muttajir Robih hal. 116)
2) Doa Sesudah sholat Tasbih “
Ya Allah! sesungguhnya aku memohon kepada-Mu taufiq nya orang yang mendapatkan petunjuk, amalan orang yang sudah yakin, nasehatnya orang yang bertaubat, kekkuatan orang yang sabar, kesungguhan orang yang takut, tuntutan orang yang senang, ibadahnya orang yang waro’ dan pengetahuan orang yang berilmu sehingga aku takut kepada – Mu. Ya, Allah! sesungguhnya aku memohon kepada – Mu rasa takut yang bisa mencegahku dari berbuat maksiat kepada – Mu, sehingga aku bisa beramal taat kepada – Mu dengan amalan yang aku akan mendapatkan ridho – Mu, sehingga aku bisa mendapatkan nasihat kepadamu dengan bertaubat karena rasa takut kepada – Mu. Sehingga aku bisa tulus ikhlas didalam nasihat kepada – Mu karena rasa malu kepada – Mu dan sehingga aku pasrah kepada – Mu didalam semua urusan dengan baik sangka kepada – Mu. Maha Suci Tuhan Pencipta cahaya. (Kitab I’anatul Tholibin juz 1 hal. 259)
3 Januari 2012 M
SHOLAT SUNNAH TASBIH
1) Rasulullah SAW berkata kepada Abbas ra., “Wahai pamanku, maukah aku memberi manfaat kepadamu, mau kah aku menyambung kepadamu?”, Abbas ra, menjawab, “Ya! Wahai Rasulullah.” Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah engkau sholat 4 rokaat yangmana setiap rokaat engkau membaca fatechah dan surat, apabila telah selesai membaca ucapkanlah
“Subhanallah ........ 15x sebelum engkau ruku’.
Kemudian engkau ruku’ maka bacalah 10x,
Kemudian engkau mengangkat kepalamu bacalah 10x
Kemudian engkau sujud bacalah 10x,
Kemudian engkau angkat kepalamu bacalah 10x,
Kemudian engkau sujud bacalah 10x,
Kemudian engkau angkat kepala mu bacalah 10x sebelum engkau berdiri.
Dengan demikian ada 75 tasbih pada setiap rokaat. Dan dalam sholat tasbih ada 300 bacaan Tasbih dalam 4 rokaat. Seandainya dosa-dosamu itu seperti pasir yang penuh dan mengumpul niscaya Allah SWT akan mengampuninya.
Ada sahabat bertanya. “Wahai Rasulullah SAW, “Bagaimana kalau ada orang yang tidak mampu mengucapkan tasbih tersebut pada setiap hari?, maka Rasulullah SAW menjawab, “Ucapkan lah pada satu jum’at. Maka apabila dia tidak mampu maka ucapkan pada satu bulan sehingga Rasulullah SAW bersabda, “Ucapkanlah tasbih tersebut pada 1 tahun.” (Kitab Muttajir Robih hal. 116)
2) Doa Sesudah sholat Tasbih “
Ya Allah! sesungguhnya aku memohon kepada-Mu taufiq nya orang yang mendapatkan petunjuk, amalan orang yang sudah yakin, nasehatnya orang yang bertaubat, kekkuatan orang yang sabar, kesungguhan orang yang takut, tuntutan orang yang senang, ibadahnya orang yang waro’ dan pengetahuan orang yang berilmu sehingga aku takut kepada – Mu. Ya, Allah! sesungguhnya aku memohon kepada – Mu rasa takut yang bisa mencegahku dari berbuat maksiat kepada – Mu, sehingga aku bisa beramal taat kepada – Mu dengan amalan yang aku akan mendapatkan ridho – Mu, sehingga aku bisa mendapatkan nasihat kepadamu dengan bertaubat karena rasa takut kepada – Mu. Sehingga aku bisa tulus ikhlas didalam nasihat kepada – Mu karena rasa malu kepada – Mu dan sehingga aku pasrah kepada – Mu didalam semua urusan dengan baik sangka kepada – Mu. Maha Suci Tuhan Pencipta cahaya. (Kitab I’anatul Tholibin juz 1 hal. 259)
Senin, 19 Desember 2011
Sholat Sunnah Tahajjud (1)
1) Allah SWT berfirman : “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Tuhannya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. Sajadah ayat 16 – 17)
2) Rasulullah SAW bersabda, “Semua manusia pada hari kiamat akan dikumpulkan disatu tempat lalu ada yang memanggil-manggil yang artinya “Dimana orang-orang yang menjauhkan lambungnya dari tempat tidur (yang menjalankan sholat tahajjud)”, maka mereka berdiri dengan jumlah yang sedikit, kemudian mereka dimasukkan surga tanpa perhitungan, lalu sisa semua manusia diperintah untuk menuju ketempat perhitungan. (HR. Baihaqi dari Asma’ binti Yazid)
3) Habib Abdullah Al Haddad sebagai wali qutub ghost (pilihan) pernah berkata dalam sebuah kitabnya nasehat-nasehatnya, “Ketahuilah bahwa melaksanakan sholat malam adalah pekerjaan yang paling berat bagi semua manusia, apalagi setelah bangun tidur. Sesungguhnya sholat malam bisa menjadi ringan kalau dibiasakan, dilakukan terus menerus, dilakukan dengan sabar dalam menjalankan, dan berusaha dilakukan sungguh-sungguh. Kemudian setelah itu baru pintu kerinduan kepada Allah SWT akan terbuka, manisnya berkomunikasi dengan Allah SWT dan nikmatnya menyendiri dengan Allah SWT.”
4) Sebagian orang-orang sholeh berkata, “selama 40 tahun aku tidak pernah susah kecuali ketika datangnya waktu subuh.” Sebagian ulama lain berkata, “Orang yang biasa sholat malam di malam harinya lebih senang dari pada orang yang biasa bermain pada waktu mereka bermain.” Ulama lain berkata, “Andaikan tidak ada pekerjaan sholat malam dan bertemu dengan saudara yang seiman maka aku tidak ingin berlama-lama hidup didunia.” Berita-berita yang seperti ini banyak sekali dan terkenal bahkan ada beberapa makhluk dari orang sholeh mengerjakan sholat fajar dengan wudlu nya sholat isya’, semoga mereka mendapat ridho dari Allah SWT.
(Kitab I’anatul Tholibin juz 1 hal. 267)
2) Rasulullah SAW bersabda, “Semua manusia pada hari kiamat akan dikumpulkan disatu tempat lalu ada yang memanggil-manggil yang artinya “Dimana orang-orang yang menjauhkan lambungnya dari tempat tidur (yang menjalankan sholat tahajjud)”, maka mereka berdiri dengan jumlah yang sedikit, kemudian mereka dimasukkan surga tanpa perhitungan, lalu sisa semua manusia diperintah untuk menuju ketempat perhitungan. (HR. Baihaqi dari Asma’ binti Yazid)
3) Habib Abdullah Al Haddad sebagai wali qutub ghost (pilihan) pernah berkata dalam sebuah kitabnya nasehat-nasehatnya, “Ketahuilah bahwa melaksanakan sholat malam adalah pekerjaan yang paling berat bagi semua manusia, apalagi setelah bangun tidur. Sesungguhnya sholat malam bisa menjadi ringan kalau dibiasakan, dilakukan terus menerus, dilakukan dengan sabar dalam menjalankan, dan berusaha dilakukan sungguh-sungguh. Kemudian setelah itu baru pintu kerinduan kepada Allah SWT akan terbuka, manisnya berkomunikasi dengan Allah SWT dan nikmatnya menyendiri dengan Allah SWT.”
4) Sebagian orang-orang sholeh berkata, “selama 40 tahun aku tidak pernah susah kecuali ketika datangnya waktu subuh.” Sebagian ulama lain berkata, “Orang yang biasa sholat malam di malam harinya lebih senang dari pada orang yang biasa bermain pada waktu mereka bermain.” Ulama lain berkata, “Andaikan tidak ada pekerjaan sholat malam dan bertemu dengan saudara yang seiman maka aku tidak ingin berlama-lama hidup didunia.” Berita-berita yang seperti ini banyak sekali dan terkenal bahkan ada beberapa makhluk dari orang sholeh mengerjakan sholat fajar dengan wudlu nya sholat isya’, semoga mereka mendapat ridho dari Allah SWT.
(Kitab I’anatul Tholibin juz 1 hal. 267)
Selasa, 13 Desember 2011
KEUTAMAAN SHOLAT MALAM (TAHAJJUD)
17 Muharram 1433 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
13 Desember 2011 M
1) Allah SWT berfirman : “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.” (QS. Al Israa’ ayat 79)
2) Rasulullah SWT : “Paling utamanya puasa sunnah setelah puasa bulan romadhon adalah puasa sunnah dibulan muharram, paling utamanya sholat setelah fardlu adalah sholat malam.” (HR Muslim)
3) Nabi Muhammad SAW bersabda : “Lazimi oleh mu sholat malam karena sesungguhnya sholat malam itu kebiasaan orang-orang yang sholeh sebelum kalian, amal yang bisa mendekatkan diri bagi kalian, penebus dari segala perbuatan jahat, mencegah dari perbuatan dosa dan menolak segala penyakit dari badan.
4) Nabi Muhammad SAW bersabda : “Wahai manusia! sebarkan salam, berilah makanan, sambunglah tali silaturrohim dan sholatlah dimalam hari yang mana semua manusia masih tidur terlelap maka engkau akan masuk surga dengan selamat.
5) Disunnahkan sholat tahajjud dengan ijma’ yaitu sholat sunnah ditengah malam hari setelah tidur, makruh meninggalkan sholat tersebut bagi orang yang membiasakannya tanpa terpaksa dan dikuatkan hukumnya jangan sampai seseorang meninggalkan sholat dimalam hari setelah tidur sekalipun dua rokaat karena begitu besar fadhilanya sholat malam hari. Tidak ada batasan pada bilangan rokaat sholat tersebut. Dan dikatakan batasan sholat di malam hari adalah 12 rokaat. Hendaknya seseorang memperbanyak membaca doa dan istighfar pada malam hari. (Kitab I’anatun Tholibi juz 1 hal 268)
13 Desember 2011 M
1) Allah SWT berfirman : “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.” (QS. Al Israa’ ayat 79)
2) Rasulullah SWT : “Paling utamanya puasa sunnah setelah puasa bulan romadhon adalah puasa sunnah dibulan muharram, paling utamanya sholat setelah fardlu adalah sholat malam.” (HR Muslim)
3) Nabi Muhammad SAW bersabda : “Lazimi oleh mu sholat malam karena sesungguhnya sholat malam itu kebiasaan orang-orang yang sholeh sebelum kalian, amal yang bisa mendekatkan diri bagi kalian, penebus dari segala perbuatan jahat, mencegah dari perbuatan dosa dan menolak segala penyakit dari badan.
4) Nabi Muhammad SAW bersabda : “Wahai manusia! sebarkan salam, berilah makanan, sambunglah tali silaturrohim dan sholatlah dimalam hari yang mana semua manusia masih tidur terlelap maka engkau akan masuk surga dengan selamat.
5) Disunnahkan sholat tahajjud dengan ijma’ yaitu sholat sunnah ditengah malam hari setelah tidur, makruh meninggalkan sholat tersebut bagi orang yang membiasakannya tanpa terpaksa dan dikuatkan hukumnya jangan sampai seseorang meninggalkan sholat dimalam hari setelah tidur sekalipun dua rokaat karena begitu besar fadhilanya sholat malam hari. Tidak ada batasan pada bilangan rokaat sholat tersebut. Dan dikatakan batasan sholat di malam hari adalah 12 rokaat. Hendaknya seseorang memperbanyak membaca doa dan istighfar pada malam hari. (Kitab I’anatun Tholibi juz 1 hal 268)
Selasa, 06 Desember 2011
ASWAJA
10 Muharram 1433 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
6 Desember 2011 M
ASWAJAH
1) Syech Muhyidin An Nawawi berkata dalam Syara shoheh Muslim, “Pengangkatan Abu Bakar ra. sebagai kholifah memang tidak ada nash yang jelas, akan tetapi dengan ijma’ para sahabat atas penggangkatan (penetapan) kholifah bagi beliau, para sahabat mengajukan Abu Bakar karena keutamaan beliau dikalangan para sahabat. Seandainya ada nash yang jelas tentang pengangkatan beliau kepada yang lainnya pastilah tidak akan terjadi pertentangan, yang pada mulanya timbul dari sahabat anshor sebagaimana ucapan mereka “Kami mempunyai pemimpin dan kalian mempunyai pemimpin sendiri”. Adapun dakwaan Syi’ah tentang adanya Nash atas Ali ra. maka hal tersebut adalah bathil karena tidak ada asal hukum yang disepakati oleh sekalian orang muslim dan orang pertama yang mendustakan mereka orang-orang Syi’ah adalah Ali ra. Seandainya ada nash disisi Ali ra. pastilah beliau menyebutkannnya dan tidak ada nukilan (cacatan) bahwasanya Ali ra. menyebut nash tersebut pada suatu hari ataupun dari hari-hari beliau. (Kitab Syiratul Bani Mukhtar hal. 404)
2) Sudah menjadi ketetapan bahwa sesungguhnya Ali ra pernah berkata, “Rasulullah telah mengajukan Abu Bakar ra, maka beliau sholat dengan sekalian manusia dan pada waktu itu aku (Ali ra) hadir tidak meninggalkan tempat dan aku dalam keadaan sehat tidak sakit. Seandainya Nabi SAW berkehendak mengajukan Aku pastilah beliau mengajukan diriku. Apakah kami tidak rela pada urusan dunia kami terhadap orang yang Rasulullah meridhoi dirinya untuk agama kami.”
3) Dari Ali ra bahwasanya beliau berkata, “Wahai manusia!, beritahukan kepadaku siapa yang manusia yang paling berani?, Mereka menjawab, “Engkau!”. Ali ra. berkata, “Bukan aku.” Sahabat bertanya, “Lalu siapa?”, Ali ra berkata, “Dia adalah Abu Bakar ra.” Ali ra. berkata, “Sungguh aku melihat Rasulullah SAW dan orang-orang Qurais menangkap beliau SAW. Orang yang ini mendorong beliau SAW, yang ini mengoyak beliau SAW. Orang-orang Qurais berkata “Engkau SAW adalah orang yang menjadikan Tuhan-Tuhan menjadi satu Tuhan.” Ali ra. berkata, “Dami Allah!, tidak ada satu orang pun yang mendekat dari kami kecuali Abu Bakar ra. beliau memukul ini dan melawan yang ini, sambil berkata, “Celaka kalian, apakah kalian hendak membunuh seseorang yang berkata Allah adalah Tuhanku”. Kemudian Ali ra. mengangkat selimutnya lalu menangis sampai membasahi jenggotnya. kemudian Ali ra berkata, “Aku bersumpah atas kalian dengan Nama Allah SWT!, Adakah orang-orang yang beriman dari keluarga Fir’aun itu lebih baik dari pada Abu Bakar ra atau Abu Bakar ra. yang lebih baik dari pada keluarga Fir’aun?. Mereka adalah orang yang menyembunyikan keimanannya sedangkan Abu Bakar adalah orang menampakkan keimannya.” (Kitab Ad Dzur Mansur juz 5 – hal 22)
6 Desember 2011 M
ASWAJAH
1) Syech Muhyidin An Nawawi berkata dalam Syara shoheh Muslim, “Pengangkatan Abu Bakar ra. sebagai kholifah memang tidak ada nash yang jelas, akan tetapi dengan ijma’ para sahabat atas penggangkatan (penetapan) kholifah bagi beliau, para sahabat mengajukan Abu Bakar karena keutamaan beliau dikalangan para sahabat. Seandainya ada nash yang jelas tentang pengangkatan beliau kepada yang lainnya pastilah tidak akan terjadi pertentangan, yang pada mulanya timbul dari sahabat anshor sebagaimana ucapan mereka “Kami mempunyai pemimpin dan kalian mempunyai pemimpin sendiri”. Adapun dakwaan Syi’ah tentang adanya Nash atas Ali ra. maka hal tersebut adalah bathil karena tidak ada asal hukum yang disepakati oleh sekalian orang muslim dan orang pertama yang mendustakan mereka orang-orang Syi’ah adalah Ali ra. Seandainya ada nash disisi Ali ra. pastilah beliau menyebutkannnya dan tidak ada nukilan (cacatan) bahwasanya Ali ra. menyebut nash tersebut pada suatu hari ataupun dari hari-hari beliau. (Kitab Syiratul Bani Mukhtar hal. 404)
2) Sudah menjadi ketetapan bahwa sesungguhnya Ali ra pernah berkata, “Rasulullah telah mengajukan Abu Bakar ra, maka beliau sholat dengan sekalian manusia dan pada waktu itu aku (Ali ra) hadir tidak meninggalkan tempat dan aku dalam keadaan sehat tidak sakit. Seandainya Nabi SAW berkehendak mengajukan Aku pastilah beliau mengajukan diriku. Apakah kami tidak rela pada urusan dunia kami terhadap orang yang Rasulullah meridhoi dirinya untuk agama kami.”
3) Dari Ali ra bahwasanya beliau berkata, “Wahai manusia!, beritahukan kepadaku siapa yang manusia yang paling berani?, Mereka menjawab, “Engkau!”. Ali ra. berkata, “Bukan aku.” Sahabat bertanya, “Lalu siapa?”, Ali ra berkata, “Dia adalah Abu Bakar ra.” Ali ra. berkata, “Sungguh aku melihat Rasulullah SAW dan orang-orang Qurais menangkap beliau SAW. Orang yang ini mendorong beliau SAW, yang ini mengoyak beliau SAW. Orang-orang Qurais berkata “Engkau SAW adalah orang yang menjadikan Tuhan-Tuhan menjadi satu Tuhan.” Ali ra. berkata, “Dami Allah!, tidak ada satu orang pun yang mendekat dari kami kecuali Abu Bakar ra. beliau memukul ini dan melawan yang ini, sambil berkata, “Celaka kalian, apakah kalian hendak membunuh seseorang yang berkata Allah adalah Tuhanku”. Kemudian Ali ra. mengangkat selimutnya lalu menangis sampai membasahi jenggotnya. kemudian Ali ra berkata, “Aku bersumpah atas kalian dengan Nama Allah SWT!, Adakah orang-orang yang beriman dari keluarga Fir’aun itu lebih baik dari pada Abu Bakar ra atau Abu Bakar ra. yang lebih baik dari pada keluarga Fir’aun?. Mereka adalah orang yang menyembunyikan keimanannya sedangkan Abu Bakar adalah orang menampakkan keimannya.” (Kitab Ad Dzur Mansur juz 5 – hal 22)
Kamis, 24 November 2011
KEUTAMAAN SHOLAT SUNNAH
1) Sholat Nafl diibaratkan dengan sunnah, Mandub, Hasan, Marghub, Mustahaq, Tathowwu’ dan Ikhsan kemudian sholat sunnah dibagi sholat sunnah Muakkad dan Ghoiru Muakkad. Dan beliau berkata bahwa sesungguhnya meninggalkan sunnah muakkad orang tersebut akan tersiksa sebab tercegah dari syafa’at Nabi SAW pada hari kiamat, sekalipun orang yang meninggalkan sunnah Muakkad tersebut tidak akan diadzab dengan api neraka. (Madzaibul Arba’ah juz 1 – hal. 64)
Disunnahkan sholat 4 rokaat sebelum Ashar dan Dhuhur serta sesudah Dhuhur. Dua rokaat setelah Maghrib dan Isya’ begitu juga sebelum keduanya. Dan juga 2 rokaat sebelum Shubuh.
1) Karena Sabda Nabi SAW, “Mudah-mudahan Allah SWT memberi rahmat orang yang sholat sunnah 4 rokaat sebelum Ashar. Maka sepantasnyalah menjaga sholat Sunnah tersebut seraya mengharap masuk didalam doa Nabi SAW.
2) Karena sabda Nabi SAW, “Barangsiapa menjaga 4 rokaat sebelulm Dhuhur serta 4 rokaat setelahnya maka Allah mengharamkan orang tersebut dari adzab neraka. Dan sholat Jum’at sama dengan sholat Dhuhur yaitu 4 rokaat qobliyah dan 4 rokaat ba’diyah.”
3) Karena hadits riwayat Imam Muslim bahwa sesungguhnya Nabi SAW sholat 2 rokaat sebelum dhuhur dan 2 rokaat setelahnya. 2 rokaat setelah Maghrib dan 2 rokaat setelah Isya’. Begitu juga 2 rokaat setelah Jum’at.”
4) 2 rokaat sebelum Shubuh sebagaimana Nabi SAW bersabda, “2 rokaat fajar (qoblah Shubuh) itu lebih baik dari dunia dan seisinya.”
Waktu Rowatib masuk sebelum sholat fardlu dengan masuknya waktu fardlu tersebut, dan rowatib tersebut setelah sholat fardlu yang mana masuk waktunya setelah melaksanakan fardlu tersebut. Waktu 2 rowatib tersebut keluar dengan keluarnya waktu fardlu tersebut.
(Nihayatus Zein hal. 99 – 101)
Disunnahkan sholat 4 rokaat sebelum Ashar dan Dhuhur serta sesudah Dhuhur. Dua rokaat setelah Maghrib dan Isya’ begitu juga sebelum keduanya. Dan juga 2 rokaat sebelum Shubuh.
1) Karena Sabda Nabi SAW, “Mudah-mudahan Allah SWT memberi rahmat orang yang sholat sunnah 4 rokaat sebelum Ashar. Maka sepantasnyalah menjaga sholat Sunnah tersebut seraya mengharap masuk didalam doa Nabi SAW.
2) Karena sabda Nabi SAW, “Barangsiapa menjaga 4 rokaat sebelulm Dhuhur serta 4 rokaat setelahnya maka Allah mengharamkan orang tersebut dari adzab neraka. Dan sholat Jum’at sama dengan sholat Dhuhur yaitu 4 rokaat qobliyah dan 4 rokaat ba’diyah.”
3) Karena hadits riwayat Imam Muslim bahwa sesungguhnya Nabi SAW sholat 2 rokaat sebelum dhuhur dan 2 rokaat setelahnya. 2 rokaat setelah Maghrib dan 2 rokaat setelah Isya’. Begitu juga 2 rokaat setelah Jum’at.”
4) 2 rokaat sebelum Shubuh sebagaimana Nabi SAW bersabda, “2 rokaat fajar (qoblah Shubuh) itu lebih baik dari dunia dan seisinya.”
Waktu Rowatib masuk sebelum sholat fardlu dengan masuknya waktu fardlu tersebut, dan rowatib tersebut setelah sholat fardlu yang mana masuk waktunya setelah melaksanakan fardlu tersebut. Waktu 2 rowatib tersebut keluar dengan keluarnya waktu fardlu tersebut.
(Nihayatus Zein hal. 99 – 101)
Minggu, 20 November 2011
SHOLAT
19 Dzulhijjah 1432 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
15 Nopember 2011 M
1) Allah SWT berfirman : (Minta bantuan) carilah bantuan dalam urusanmu. (dengan bersabar) mencegah hawa nafsu dari hal-hal yang tidak disenangi (atau dengan sholat) hanya sholat yang disebutkan secara khusus dari pada jenis ibadah yang lain karena memuliakan ibadah sholat, oleh karena itu apabila Nabi Muhammad SAW ketika ditimpa masalah berat maka bergegas untuk menjalankan sholat. (Karena sesungguhnya sholat adalah perkara besar) maksudnya sholat itu adalah masalah yang sulit dan berat (kecuali untuk orang yang hatinya khusuk) yaitu orang yang selamat dalam berbuat ketaatan.
2) Keharusan melaksanakan sholat adalah perkara yang sulit kecuali bagi orang yang hatinya khusuk untuk Allah SWT dan merasa takut dengan siksanya, menampakkan keimanan dari dalam hatinya dan meyakini akan bertemu dengan Allah SWT untuk dihitung amalnya. Maka mereka bergegas untuk melaksanakan sholat agar jiwanya tenang, hatinya tentram, pikirannya tenang dan menghilangkan beban dari segala masalah. Nabi Muhammad SAW bersabda : “yang paling aku cintai dari urusan dunia mu adalah perempuan dan minyak wangi. ketenangan hatiku dibuat didalam sholat.” (HR. Imam Ahmad dari Anas bin Malik) Tafsir Munir Juz 1 – hal 154 – 156
SHOLAT DI DALAM MASJID
3) Dari Abu Hurairoh ra. sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya para Malaikat memanjatkan doa untuk seseorang diantara kalian selama dia di dalam tempat sholatnya yang menjadi tempat sholatnya selama dia belum batal, Malaikat berdoa yang artinya “Ampunilah dia, dan berilah rahmat kepadanya”
4) Yang dimaksud tempat sholat menurut sebagian besar para ulama’ hanya tempat sujud dan ruku’ bukan masjid yang lain. Seandainya dia berpindah ke kiri dan ke kanan maka kebaikannya hilang. Yang dimaksud kebaikan adalah doa para Malaikat. Menurut Qodi’iyat yang dimaksud tempat sholat adalah masjid yang sebenarnya sekalipun dia pindah dari tempatnya ke tempat yang lain, kalau bukan begitu maka imam yang pindah tempat akan kehilangan kebaikan yang banyak. Menurut dhohir hadits adalah sholat secara mutlak baik fardlu maupun sunnah. (yang dimaksud belum batal) seandainya dia telah batal maka doa Malaikat diharamkan sekalipun dia tetap dalam posisi duduk. (Kitab Abi Jamroh hal. 48)
15 Nopember 2011 M
1) Allah SWT berfirman : (Minta bantuan) carilah bantuan dalam urusanmu. (dengan bersabar) mencegah hawa nafsu dari hal-hal yang tidak disenangi (atau dengan sholat) hanya sholat yang disebutkan secara khusus dari pada jenis ibadah yang lain karena memuliakan ibadah sholat, oleh karena itu apabila Nabi Muhammad SAW ketika ditimpa masalah berat maka bergegas untuk menjalankan sholat. (Karena sesungguhnya sholat adalah perkara besar) maksudnya sholat itu adalah masalah yang sulit dan berat (kecuali untuk orang yang hatinya khusuk) yaitu orang yang selamat dalam berbuat ketaatan.
2) Keharusan melaksanakan sholat adalah perkara yang sulit kecuali bagi orang yang hatinya khusuk untuk Allah SWT dan merasa takut dengan siksanya, menampakkan keimanan dari dalam hatinya dan meyakini akan bertemu dengan Allah SWT untuk dihitung amalnya. Maka mereka bergegas untuk melaksanakan sholat agar jiwanya tenang, hatinya tentram, pikirannya tenang dan menghilangkan beban dari segala masalah. Nabi Muhammad SAW bersabda : “yang paling aku cintai dari urusan dunia mu adalah perempuan dan minyak wangi. ketenangan hatiku dibuat didalam sholat.” (HR. Imam Ahmad dari Anas bin Malik) Tafsir Munir Juz 1 – hal 154 – 156
SHOLAT DI DALAM MASJID
3) Dari Abu Hurairoh ra. sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya para Malaikat memanjatkan doa untuk seseorang diantara kalian selama dia di dalam tempat sholatnya yang menjadi tempat sholatnya selama dia belum batal, Malaikat berdoa yang artinya “Ampunilah dia, dan berilah rahmat kepadanya”
4) Yang dimaksud tempat sholat menurut sebagian besar para ulama’ hanya tempat sujud dan ruku’ bukan masjid yang lain. Seandainya dia berpindah ke kiri dan ke kanan maka kebaikannya hilang. Yang dimaksud kebaikan adalah doa para Malaikat. Menurut Qodi’iyat yang dimaksud tempat sholat adalah masjid yang sebenarnya sekalipun dia pindah dari tempatnya ke tempat yang lain, kalau bukan begitu maka imam yang pindah tempat akan kehilangan kebaikan yang banyak. Menurut dhohir hadits adalah sholat secara mutlak baik fardlu maupun sunnah. (yang dimaksud belum batal) seandainya dia telah batal maka doa Malaikat diharamkan sekalipun dia tetap dalam posisi duduk. (Kitab Abi Jamroh hal. 48)
Langganan:
Postingan (Atom)
MASJID AGUNG BANGIL
MASJID AGUNG BANGIL MEMBERIKAN INFORMASI KEPADA SEMUA KALANGAN AHLU SUNNAH WAL JAMA'AH