13 Robiul Tsani 1431 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
30 Maret 2010 M
“SYAIDINA USTMAN BIN AFFAN RA.”
1) Ibnu Mauhab berkata, ada seseorang dari negeri Masir datang dan menunaikan ibadah haji, maka dia melihat sekelompok orang sedang duduk maka dia bertanya “Siapakah orang-orang tersebut?”, maka orang-orang menjawab “Mereka adalah kaum Quraisy”. Orang itu bertanya lagi “Siapakah orang yang tertua diantara mereka?”, orang-orang menjawab “Abdullah bin Umar”, kemudian orang tersebut berkata “Wahai Ibnu Umar, sesunguhnya aku bertanya kepadamu tentang sesuatau maka ceritakanlah hal tersebut kepadaku, apakah engkau tau bahwa sesungguhnya Utsman bin Affan ra telah lari pada perang badar?”, Ibnu Umar menjawab “Ya benar!”. “Apakah engkau tau bahwasanya Utsman bin Affan ra. tidak ikut perang badar?”, Ibnu Umar menjawab “Ya benar!”, “Apakah engkau tahu bahwa sesunguhnya Utsman ra. tidak hadir pada bai’at Ridwan dan tidak ikut dalam bai’at Ridwan?”, Ibnu Umar menjawab “Ya benar!”, maka orang tersebut berkata “Allahu Akbar!, (seraya mengganggap baik akan jawaban Ibnu Umar karena sesungguhnya Ibnu Umar telah sesuai dengan keyakinan orang tersebut).” Lalu Ibnu Umar menjawab supaya orang tersebut berubah keyakinannya. “Kemarilah engkau aku akan jelaskan kepadamu, Adapun Utsman ra lari pada perang tersebut maka saksikanlah bahwa Allah SWT telah mengampuni dan memaafkan beliau (Allah SWT berfirman artinya “Sesungguhnya Allah telah mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang), Adapun Utsman bin Affan tidak hadir dalam perang badar, maka sesungguhnya beliau mengurusi anak perempuan Nabi SAW yang sedang jatuh sakit (yang bernama Ruqoiyah, berumur 20 tahun) Nabi SAW berkata kepada Utsman ra “Sesungguhnya bagimu pahala orang yang telah mengikut perang badar dan bagian rampasan perang badar”. Adapun Utsman bin Affan tidak hadir dalam bai’at Ridwan maka seandainya ada seseorang yang lebih mulia di kota Mekkah selain dari Utsman bin Affan ra niscaya Nabi SAW akan mengutus dan menggantikan tempat Utsman bin Affan, maka Rasulullah SAW mengutus Utsman ra. dan bai’at Ridwan terjadi setelah kepergian Utsman ke kota Mekkah. Nabi SAW bersabda dengan tangan kanan beliau, “Ini lah tangan Utsman ra. maka beliau menepuk dengan tangannya diatas tangan Syaidina Utsman ra seraya berkata inilah Utsman bin Affan”. Kemudian Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut “Sekarang pergilah engkau dengan keteranganku ini (jawaban-jawaban yang telah aku jelaskan kepadamu sehingga akan hilang darimu apa-apa yang menjadi keyakinanmu tentang ketidakhadiran Utsman bin Affan”. (Kitab Fatchul Baar, Sarah Bukhoir Juz 7 – hal. 66 – Kitab Irsyadus Saari Sarah Bukhori juz 6 hal. 109)
2) Dari Abu Hurairoh berkata : “Suatu saat aku masuk kerumah Ruqoiyah anak perempuan Nabi SAW dan ditangan Ruqoiyah ada sebuah sisir, maka dia berkata “bahwa Rasulullah SAW telah keluar tadi, yang mana aku telah menyisir rambut beliau.” Maka Nabi SAW berkata “Apa yang engkau dapatkan tentang Ustman bin Affan ra.” Aku (Ruqoiyah) menjawab “Utsman adalah orang yang paling baik”, Maka Nabi SAW berkata “Muliakanlah Utsman ra, karena sesungguhnya dia adalah orang yang menyerupai akhlakku diantara sahabat-sahabatku.” (Khulafaur Rosyidin hal. 150)
Konon menurut cerita orang-orang tua,bahwa Masjid Agung Bangil adalah sebuah masjid Tiban(tiba-tiba muncul)dengan ukuran 22m x 22m. dengan kontruksi yang terbuat dari kayu jati dan ada 4 tiang penyangga utama yang kenal sebagai soko wolu . Menurut artifak yang ada di mihrob,tertulis tahun 1287 H
Rabu, 17 Maret 2010
Utsman bin Affan
30 Robiul Awwal 1431 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
16 Maret 2010 M
“SYAIDINA USTMAN BIN AFFAN RA.”
1) Syaidina Utsman ra mempunyai 2 julukan Abu Amar dan Abu Abdillah dan bergelar Dzur Nurain demikianlah Utsman ra seseorang yang di panggil dilangit dengan sebutan Dzur Nurain. Dikatakan baginya bahwa belum diketahui seseorang dengan dua putri Nabi SAW selain Utsman bin Affan ra. Dikatakan beliau menghatamkan Al qur’an dalam sholat witir, maka Al-qur’an adalah satu cahaya dan sholat malam adalah cahaya yang lain. Dikatakan bahwa sesungguhnya Utsman bin Affan ra apabila masuk surga maka bercahaya dua sinar cahaya baginya, oleh karena itu beliau dikatakan Dzur Nurain.
2) Dari Abu Musa Al Asy’ari ra bahwa sesungguhnya Nabi SAW sedang duduk pada suatu tempat yang ada airnya, maka tersingkaplah kedua lutut Nabi SAW atau salah satunya. Ketika Utsman bin Affan ra masuk ke tempat tersebut, maka Nabi SAW segera menutupnya sambil berkata “tidakkah aku malu dari seseorang yang mana para malaikat malu dari orang tersebut.”
3) Ibnu Mauhab berkata, ada seseorang dari negeri Masir datang dan menunaikan ibadah haji, maka dia melihat sekelompok orang sedang duduk maka dia bertanya “Siapakah orang-orang tersebut?”, maka orang-orang menjawab “Mereka adalah kaum Quraisy”. Orang itu bertanya lagi “Siapakah orang yang tertua diantara mereka?”, orang-orang menjawab “Abdullah bin Umar”, kemudian orang tersebut berkata “Wahai Ibnu Umar, sesunguhnya aku bertanya kepadamu tentang sesuatau maka ceritakanlah hal tersebut kepadaku, apakah engkau tau bahwa sesungguhnya Utsman bin Affan ra telah lari pada perang badar?”, Ibnu Umar menjawab “Ya benar!”. “Apakah engkau tau bahwasanya Utsman bin Affan ra. tidak ikut perang badar?”, Ibnu Umar menjawab “Ya benar!”, “Apakah engkau tahu bahwa sesunguhnya Utsman ra. tidak hadir pada bai’at Ridwan dan tidak ikut dalam bai’at Ridwan?”, Ibnu Umar menjawab “Ya benar!”, maka orang tersebut berkata “Allahu Akbar!, (seraya mengganggap baik akan jawaban Ibnu Umar karena sesungguhnya Ibnu Umar telah sesuai dengan keyakinan orang tersebut).” Lalu Ibnu Umar menjawab supaya orang tersebut berubah keyakinannya. “Kemarilah engkau aku akan jelaskan kepadamu, Adapun Utsman ra lari pada perang tersebut maka saksikanlah bahwa Allah SWT telah mengampuni dan memaafkan beliau (Allah SWT berfirman artinya “Sesungguhnya Allah telah mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Peyayang), Adapun Utsman bin Affan tidak hadir dalam perang badar, maka sesungguhnya beliau mengurusi anak perempuan Nabi SAW yang sedang jatuh sakit (yang bernama Ruqoiyah, berumur 20 tahun) Nabi SAW berkata kepada Utsman ra “Sesungguhnya bagimu pahala orang yang telah mengikut perang badar dan bagian rampasan perang badar”. Adapun Utsman bin Affan tidak hadir dalam bai’at Ridwan maka seandainya ada seseorang yang lebih mulia di kota Mekkah selain dari Utsman bin Affan ra niscaya Nabi SAW akan mengutus dan menggantikan tempat Utsman bin Affan, maka Rasulullah SAW mengutus Utsman ra. dan bai’at Ridwan terjadi setelah kepergian Utsman ke kota Mekkah. Nabi SAW bersabda dengan tangan kanan beliau, “Ini lah tangan Utsman ra. maka beliau menepuk dengan tangannya diatas tangan Syaidina Utsman ra seraya berkata inilah Utsman bin Affan”. Kemudian Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut “Sekarang pergilah engkau dengan keteranganku ini (jawaban-jawaban yang telah aku jelaskan kepadamu sehingga akan hilang darimu apa-apa yang menjadi keyakinanmu tentang ketidakhadiran Utsman bin Affan”. (Kitab Fatchul Baar, Sarah Bukhoir Juz 7 – hal. 66 – Kitab Irsyadus Saari Sarah Bukhori juz 6 hal. 109)
16 Maret 2010 M
“SYAIDINA USTMAN BIN AFFAN RA.”
1) Syaidina Utsman ra mempunyai 2 julukan Abu Amar dan Abu Abdillah dan bergelar Dzur Nurain demikianlah Utsman ra seseorang yang di panggil dilangit dengan sebutan Dzur Nurain. Dikatakan baginya bahwa belum diketahui seseorang dengan dua putri Nabi SAW selain Utsman bin Affan ra. Dikatakan beliau menghatamkan Al qur’an dalam sholat witir, maka Al-qur’an adalah satu cahaya dan sholat malam adalah cahaya yang lain. Dikatakan bahwa sesungguhnya Utsman bin Affan ra apabila masuk surga maka bercahaya dua sinar cahaya baginya, oleh karena itu beliau dikatakan Dzur Nurain.
2) Dari Abu Musa Al Asy’ari ra bahwa sesungguhnya Nabi SAW sedang duduk pada suatu tempat yang ada airnya, maka tersingkaplah kedua lutut Nabi SAW atau salah satunya. Ketika Utsman bin Affan ra masuk ke tempat tersebut, maka Nabi SAW segera menutupnya sambil berkata “tidakkah aku malu dari seseorang yang mana para malaikat malu dari orang tersebut.”
3) Ibnu Mauhab berkata, ada seseorang dari negeri Masir datang dan menunaikan ibadah haji, maka dia melihat sekelompok orang sedang duduk maka dia bertanya “Siapakah orang-orang tersebut?”, maka orang-orang menjawab “Mereka adalah kaum Quraisy”. Orang itu bertanya lagi “Siapakah orang yang tertua diantara mereka?”, orang-orang menjawab “Abdullah bin Umar”, kemudian orang tersebut berkata “Wahai Ibnu Umar, sesunguhnya aku bertanya kepadamu tentang sesuatau maka ceritakanlah hal tersebut kepadaku, apakah engkau tau bahwa sesungguhnya Utsman bin Affan ra telah lari pada perang badar?”, Ibnu Umar menjawab “Ya benar!”. “Apakah engkau tau bahwasanya Utsman bin Affan ra. tidak ikut perang badar?”, Ibnu Umar menjawab “Ya benar!”, “Apakah engkau tahu bahwa sesunguhnya Utsman ra. tidak hadir pada bai’at Ridwan dan tidak ikut dalam bai’at Ridwan?”, Ibnu Umar menjawab “Ya benar!”, maka orang tersebut berkata “Allahu Akbar!, (seraya mengganggap baik akan jawaban Ibnu Umar karena sesungguhnya Ibnu Umar telah sesuai dengan keyakinan orang tersebut).” Lalu Ibnu Umar menjawab supaya orang tersebut berubah keyakinannya. “Kemarilah engkau aku akan jelaskan kepadamu, Adapun Utsman ra lari pada perang tersebut maka saksikanlah bahwa Allah SWT telah mengampuni dan memaafkan beliau (Allah SWT berfirman artinya “Sesungguhnya Allah telah mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Peyayang), Adapun Utsman bin Affan tidak hadir dalam perang badar, maka sesungguhnya beliau mengurusi anak perempuan Nabi SAW yang sedang jatuh sakit (yang bernama Ruqoiyah, berumur 20 tahun) Nabi SAW berkata kepada Utsman ra “Sesungguhnya bagimu pahala orang yang telah mengikut perang badar dan bagian rampasan perang badar”. Adapun Utsman bin Affan tidak hadir dalam bai’at Ridwan maka seandainya ada seseorang yang lebih mulia di kota Mekkah selain dari Utsman bin Affan ra niscaya Nabi SAW akan mengutus dan menggantikan tempat Utsman bin Affan, maka Rasulullah SAW mengutus Utsman ra. dan bai’at Ridwan terjadi setelah kepergian Utsman ke kota Mekkah. Nabi SAW bersabda dengan tangan kanan beliau, “Ini lah tangan Utsman ra. maka beliau menepuk dengan tangannya diatas tangan Syaidina Utsman ra seraya berkata inilah Utsman bin Affan”. Kemudian Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut “Sekarang pergilah engkau dengan keteranganku ini (jawaban-jawaban yang telah aku jelaskan kepadamu sehingga akan hilang darimu apa-apa yang menjadi keyakinanmu tentang ketidakhadiran Utsman bin Affan”. (Kitab Fatchul Baar, Sarah Bukhoir Juz 7 – hal. 66 – Kitab Irsyadus Saari Sarah Bukhori juz 6 hal. 109)
Selasa, 09 Maret 2010
Syaidina Utsman bin Affan
23 Robiul Awwal 1431 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
9 Maret 2010 M
“SYAIDINA USTMAN BIN AFFAN RA.”
1) Syaidina Ustman bin Affan bin Abil Asy bin Umayyah bin Abu Syams bin Abdul Manaf Al Amawiyi Al Quraisy. Beliau dilahirkan pada tahun ke 5 dari kelahiran Nabi SAW. Beliau tumbuh diatas akhlak yang mulia dan mempunyai perilaku yang baik.
2) Ketika Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW, maka Ustman ra termasuk orang-orang yang pertama (terdahulu) memeluk agama Islam diatas tangan Abu Bakar As Shiddiq. Rasulullah mengawinkan Ustman ra. dengan putri beliau yang bernama Ruqoiyyah. Ketika orang-orang musyrik menyakiti orang-orang Islam maka Ustman hijrah beserta Istrinya ke negeri Habasyah, kemudian beliau kembali ke Makkah sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Dan beliau ikut beserta Rasulullah SAW pada setiap medan Syahid (perang), akan tetapi beliau tidak bisa ikut pada perang badar oleh karena kesibukan beliau merawat Istrinya yang meninggal setelah menolong orang-orang muslim pada pada medan syahid dan Rasulullah memberi bagian kepada Syaidini Ustman ra dalam harta rampasan perang kemudian Rasulullah mengawinkan Ustman dengan putri beliau yang kedua bernama Ummi Kultsum. (Itmamulwafa’ Fi Sirotil Khulafa’ hal. 176)
3) Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa yang menggali sumur “Ruumah” maka baginya surga.” maka Ustman ra segera menggali sumur tersebut.
Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa mempersiapkan diri dalam menghadapi perang Jaisal Ustroh (perang tabuk) maka baginya surga.” Maka Syaidina Utsman mempersiapkan diri untuk menghadapi perang tabuk dengan uang 1000 dinnar dan 300 ekor unta .” (Irsyadul Sa’ari juz 6 hal. 106)
4) Dari Abullah bin Qois Al Asyari bahwasanya Nabi SAW masuk pada satu pagar dan memerintahkan kepadaku untuk menjaga pintu pagar tersebut, kemudian datang seseorang minta ijin untuk masuk, maka Nabi berkata “Ijinkan dia masuk dan beri kabar gembira dengan surga”, ternyata dia adalah Abu Bakar As Shiddiq ra. Kemudian datang orang lain minta ijin masuk maka Nabi berkata “Ijinkan dia masuk dan beri kabar gembira dengan surga”, ternyata dia adalah Umar bin Khottob ra. Kemudian datang orang lain lagi minta ijin masuk, maka Nabi diam sejenak dan berkata “Ijinkan dia masuk dan beri kabar gembira dengan surga atas bencana yang bakal menimpanya”, ternyata dia adalah Utsman bin Affan. Kemudian dia berkata “Ya Allah! berilah Kesabaran” (Fachul Baar juz 7 hal. 65)
9 Maret 2010 M
“SYAIDINA USTMAN BIN AFFAN RA.”
1) Syaidina Ustman bin Affan bin Abil Asy bin Umayyah bin Abu Syams bin Abdul Manaf Al Amawiyi Al Quraisy. Beliau dilahirkan pada tahun ke 5 dari kelahiran Nabi SAW. Beliau tumbuh diatas akhlak yang mulia dan mempunyai perilaku yang baik.
2) Ketika Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW, maka Ustman ra termasuk orang-orang yang pertama (terdahulu) memeluk agama Islam diatas tangan Abu Bakar As Shiddiq. Rasulullah mengawinkan Ustman ra. dengan putri beliau yang bernama Ruqoiyyah. Ketika orang-orang musyrik menyakiti orang-orang Islam maka Ustman hijrah beserta Istrinya ke negeri Habasyah, kemudian beliau kembali ke Makkah sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Dan beliau ikut beserta Rasulullah SAW pada setiap medan Syahid (perang), akan tetapi beliau tidak bisa ikut pada perang badar oleh karena kesibukan beliau merawat Istrinya yang meninggal setelah menolong orang-orang muslim pada pada medan syahid dan Rasulullah memberi bagian kepada Syaidini Ustman ra dalam harta rampasan perang kemudian Rasulullah mengawinkan Ustman dengan putri beliau yang kedua bernama Ummi Kultsum. (Itmamulwafa’ Fi Sirotil Khulafa’ hal. 176)
3) Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa yang menggali sumur “Ruumah” maka baginya surga.” maka Ustman ra segera menggali sumur tersebut.
Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa mempersiapkan diri dalam menghadapi perang Jaisal Ustroh (perang tabuk) maka baginya surga.” Maka Syaidina Utsman mempersiapkan diri untuk menghadapi perang tabuk dengan uang 1000 dinnar dan 300 ekor unta .” (Irsyadul Sa’ari juz 6 hal. 106)
4) Dari Abullah bin Qois Al Asyari bahwasanya Nabi SAW masuk pada satu pagar dan memerintahkan kepadaku untuk menjaga pintu pagar tersebut, kemudian datang seseorang minta ijin untuk masuk, maka Nabi berkata “Ijinkan dia masuk dan beri kabar gembira dengan surga”, ternyata dia adalah Abu Bakar As Shiddiq ra. Kemudian datang orang lain minta ijin masuk maka Nabi berkata “Ijinkan dia masuk dan beri kabar gembira dengan surga”, ternyata dia adalah Umar bin Khottob ra. Kemudian datang orang lain lagi minta ijin masuk, maka Nabi diam sejenak dan berkata “Ijinkan dia masuk dan beri kabar gembira dengan surga atas bencana yang bakal menimpanya”, ternyata dia adalah Utsman bin Affan. Kemudian dia berkata “Ya Allah! berilah Kesabaran” (Fachul Baar juz 7 hal. 65)
Selasa, 02 Maret 2010
UMAR BIN KHOTTOB MASUK ISLAM
16 Robiul Awwal 1431 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
2 Maret 2010 M
“UMAR BIN KHOTTOB RA. MASUK ISLAM”
1. Dikatakan bahwasanya ketika Umar masuk Islam beliau pergi kerumah Abu Jahal (orang yang paling memusuhi Rasulullah SAW) kedatangan Umar tersebut untuk memberitahukan kepada Abu Jahal bahwasanya beliau (Umar ra) telah masuk agama Islam. Maka Umar pagi-pagi berangkat sampai tiba dan memukul pintu rumah Abu Jahal dan keluar Abu Jahal menghadap Umar sambil berkata “Selamat datang wahai anak saudara perempuanku! Ada apa kedatanganmu ini?”, Umar ra menjawab “Aku datang untuk memberitahukan kepadaku bahwa sesungguhnya aku telah beriman kepada Allah SWTdan Muhammad SAW dan aku membenarkan syariat yang telah dibawa oleh Muhammad SAW.” Maka Abu Jahal menutup pintu dihadapan Umar seraya berkata “Mudah-mudahan Allah menjahatkan engkau dan apa yang engkau bawa”
2) Setelah Umar ra memeluk agama Islam
Setelah Umar memeluk agama Islam beliau berkata “Wahai Rasulullah, tidakkah kami diatas kebenaran seandainya kami mati atau hidup?”, Rasulullah SAW menjawab “Ya benar demi jiwaku yang berada diatas tangan – Nya, sebenarnya kalian diatas kebenaran baik kalian mati atau hidup.” Umar ra berkata “Mengapa kita sembunyi-sembunyi wahai Rasulullah?, karena apa kita menyembunyikan agama kita? Kita diatas kebenaran dan mereka diatas kebatilan.” Rasulullah menjawab “Wahai Umar sesungguhnya kita masih sedikit. Sungguh engkau telah melihat apa-apa (siksaan) yang kita dapatkan” maka Umar berkata “Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran tidak akan tersisa satu majelis yang aku duduk didalamnya dengan kekufuran kecuali aku duduk didalamnya dengan keimanan.” Kemudian Umar keluar dalam satu barisan dan Hamzah paman Rasulullah dibarisan yang lain sehingga para sahabat masuk ke masjid, maka orang-orang Qurais melihat kepada para sahabat Nabi dan kesusahan yang berat telah menimpa kepada orang-orang Qurais yang tidak perna menimpa semisalnya. Maka pada hari itu Rasulullah SAW menamakan Umar dengan julukan Al Faruq, karena sesungguhnya Umar telah memisahkan diantara kebenaran dan kebatilan. (‘Adhomatul Rosul hal. 147 – 148)
2 Maret 2010 M
“UMAR BIN KHOTTOB RA. MASUK ISLAM”
1. Dikatakan bahwasanya ketika Umar masuk Islam beliau pergi kerumah Abu Jahal (orang yang paling memusuhi Rasulullah SAW) kedatangan Umar tersebut untuk memberitahukan kepada Abu Jahal bahwasanya beliau (Umar ra) telah masuk agama Islam. Maka Umar pagi-pagi berangkat sampai tiba dan memukul pintu rumah Abu Jahal dan keluar Abu Jahal menghadap Umar sambil berkata “Selamat datang wahai anak saudara perempuanku! Ada apa kedatanganmu ini?”, Umar ra menjawab “Aku datang untuk memberitahukan kepadaku bahwa sesungguhnya aku telah beriman kepada Allah SWTdan Muhammad SAW dan aku membenarkan syariat yang telah dibawa oleh Muhammad SAW.” Maka Abu Jahal menutup pintu dihadapan Umar seraya berkata “Mudah-mudahan Allah menjahatkan engkau dan apa yang engkau bawa”
2) Setelah Umar ra memeluk agama Islam
Setelah Umar memeluk agama Islam beliau berkata “Wahai Rasulullah, tidakkah kami diatas kebenaran seandainya kami mati atau hidup?”, Rasulullah SAW menjawab “Ya benar demi jiwaku yang berada diatas tangan – Nya, sebenarnya kalian diatas kebenaran baik kalian mati atau hidup.” Umar ra berkata “Mengapa kita sembunyi-sembunyi wahai Rasulullah?, karena apa kita menyembunyikan agama kita? Kita diatas kebenaran dan mereka diatas kebatilan.” Rasulullah menjawab “Wahai Umar sesungguhnya kita masih sedikit. Sungguh engkau telah melihat apa-apa (siksaan) yang kita dapatkan” maka Umar berkata “Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran tidak akan tersisa satu majelis yang aku duduk didalamnya dengan kekufuran kecuali aku duduk didalamnya dengan keimanan.” Kemudian Umar keluar dalam satu barisan dan Hamzah paman Rasulullah dibarisan yang lain sehingga para sahabat masuk ke masjid, maka orang-orang Qurais melihat kepada para sahabat Nabi dan kesusahan yang berat telah menimpa kepada orang-orang Qurais yang tidak perna menimpa semisalnya. Maka pada hari itu Rasulullah SAW menamakan Umar dengan julukan Al Faruq, karena sesungguhnya Umar telah memisahkan diantara kebenaran dan kebatilan. (‘Adhomatul Rosul hal. 147 – 148)
Rabu, 24 Februari 2010
UMAR BIN KHOTTOB MASUK ISLAM
9 Robiul Awwal 1431 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
23 Februari 2010 M
“UMAR BIN KHOTTOB RA. MASUK ISLAM”
1. Umar ra berkata : “beritahukan saya tempat Muhammad, sehingga saya bisa menemui beliau dan saya akan masuk Islam.” Maka orang itu mengantar Umar untuk menemui Rasulullah SAW, waktu itu beliau sedang berada dirumah Arqom bin Abi Arqom dengan para sahabatnya. Maka Umar segera berangkat sambil membawa pedang dipinggangnya, kemudian Umar menuju ke tempat Rasulullah dan para sahabatnya, lalu Umar mengetuk pintu. Ketika para sahabat mendengar suara Umar berdirilah seorang laki-laki diantara para sahabat Rasulullah SAW dan melihat dari lubang pintu, maka sahabat tersebut melihat Umar sambil membawa pedang dipinggangnya. Sahabat tersebut segera menemui Rasulullah dalam keadaan gelisah, kemudian berkata kepada Rasulullah “sekarang Umar datang sambil membawa pedang dipinggangnya!”, Maka Syaidina Hamzah berkata “Biarkan dia masuk, seandainya dia datang dengan tujuan baik, kami akan membalas dengan baik, kalau dia bertujuan jahat, maka kami akan membunuh dengan pedangnya!” Rasulullah SAW berkata, “Berilah ijin dia untuk masuk”, kemudian salah seorang sahabat memberi ijin untuk masuk dan Rasulullah berdiri untuk menemui Umar disalah satu kamar. Kemudian Rasulullah memegang surban Umar seraya berkata “Wahai putra Khottob apa perlu mu datang kesini ? Demi Allah, Aku tidak pernah melihat kedatanganmu sehingga Allah memberi kegelisahan karena kedatangamu!”.
2. Syaidina Umar ra berkata “Wahai Rasulullah aku datang kepadamu untuk mengatakan beriman kepada Allah dan Rasul – Nya dan sekaligus dengan apa yang datang dari Allah (wahyu)” maka Rasulullah mengucapkan takbir satu kali. Akhirnya para sahabat yang berada dirumah Arqom bin Abi Arqom mengetahui bahwa Syaidina Umar ra. telah masuk Islam, kemudian para sahabat mengucapkan takbir sehingga suara takbir para sahabat tersebut terdengar disepanjang jalan kota Mekkah.
3. Ketika orang Qurais mengetahui bahwa Umar telah masuk Islam, mereka berkata “Diantara golongan kami telah menyadari tentang kebenaran Islam” kemudian para sahabat Rasulullah keluar dari tempat tinggal mereka dan para sahabat merasa menjadi orang mulia dan kuat ketika Umar ra. dan Hamzah masuk Islam. Sedangkan orang Qurais mengetahui sesungguhnya Umar ra dan Hamzah ra akan membela Rasulullah SAW dan para sahabat merasa tenang dengan pembelaan mereka berdua dari musuh-musuh sahabat. (Adhomatul Rasul SAW hal. 146 – 147)
23 Februari 2010 M
“UMAR BIN KHOTTOB RA. MASUK ISLAM”
1. Umar ra berkata : “beritahukan saya tempat Muhammad, sehingga saya bisa menemui beliau dan saya akan masuk Islam.” Maka orang itu mengantar Umar untuk menemui Rasulullah SAW, waktu itu beliau sedang berada dirumah Arqom bin Abi Arqom dengan para sahabatnya. Maka Umar segera berangkat sambil membawa pedang dipinggangnya, kemudian Umar menuju ke tempat Rasulullah dan para sahabatnya, lalu Umar mengetuk pintu. Ketika para sahabat mendengar suara Umar berdirilah seorang laki-laki diantara para sahabat Rasulullah SAW dan melihat dari lubang pintu, maka sahabat tersebut melihat Umar sambil membawa pedang dipinggangnya. Sahabat tersebut segera menemui Rasulullah dalam keadaan gelisah, kemudian berkata kepada Rasulullah “sekarang Umar datang sambil membawa pedang dipinggangnya!”, Maka Syaidina Hamzah berkata “Biarkan dia masuk, seandainya dia datang dengan tujuan baik, kami akan membalas dengan baik, kalau dia bertujuan jahat, maka kami akan membunuh dengan pedangnya!” Rasulullah SAW berkata, “Berilah ijin dia untuk masuk”, kemudian salah seorang sahabat memberi ijin untuk masuk dan Rasulullah berdiri untuk menemui Umar disalah satu kamar. Kemudian Rasulullah memegang surban Umar seraya berkata “Wahai putra Khottob apa perlu mu datang kesini ? Demi Allah, Aku tidak pernah melihat kedatanganmu sehingga Allah memberi kegelisahan karena kedatangamu!”.
2. Syaidina Umar ra berkata “Wahai Rasulullah aku datang kepadamu untuk mengatakan beriman kepada Allah dan Rasul – Nya dan sekaligus dengan apa yang datang dari Allah (wahyu)” maka Rasulullah mengucapkan takbir satu kali. Akhirnya para sahabat yang berada dirumah Arqom bin Abi Arqom mengetahui bahwa Syaidina Umar ra. telah masuk Islam, kemudian para sahabat mengucapkan takbir sehingga suara takbir para sahabat tersebut terdengar disepanjang jalan kota Mekkah.
3. Ketika orang Qurais mengetahui bahwa Umar telah masuk Islam, mereka berkata “Diantara golongan kami telah menyadari tentang kebenaran Islam” kemudian para sahabat Rasulullah keluar dari tempat tinggal mereka dan para sahabat merasa menjadi orang mulia dan kuat ketika Umar ra. dan Hamzah masuk Islam. Sedangkan orang Qurais mengetahui sesungguhnya Umar ra dan Hamzah ra akan membela Rasulullah SAW dan para sahabat merasa tenang dengan pembelaan mereka berdua dari musuh-musuh sahabat. (Adhomatul Rasul SAW hal. 146 – 147)
Rabu, 17 Februari 2010
Umar bin Khottob Masuk Islam
2 Robiul Awwal 1431 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
16 Februari 2010 M
“UMAR BIN KHOTTOB RA MASUK ISLAM”
1) Maka kembali Umar ke adik perempuan dan adik sepupunya, pada waktu itu ada Khobab beserta mereka sambil membawa lembaran Al Qur’an yang berisi surat Thoha yang artinya (Thahaa, Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi, (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam diatas ‘Arsy. Kepunyaan – Nya lah semua yang ada dilangit, semua yang dibumi, semua yang diantara keduanya dan semua yang dibawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersebembunyi. Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al Asmaaul Husna (nama-nama yang baik)
2) Dan adalah Khobab terlebih dahulu membacakan surat tersebut kepada Fatimah adik Umar. Ketika mereka bertiga membaca surat tersebut maka Umar ra mengetahui persembunyian Khobab pada satu sudut rumah, dan Fatimah mengambil lembaran tersebut dan meletakkan dibawah pahanya.
3) Kemudian Umar ra masuk seraya berkata “Ada apa suara bisik-bisik ini! yang aku dengar tadi, sungguh aku diberitahu bahwasanya kalian berdua adalah pengikut agama Muhammad” Kemudian Umar ra, menyerang Said maka Fatimah berdiri untuk mencegahnya, maka Umar memukul Fatimah dan melukainya. Kemudian mereka berdua berkata kepada Umar “Sungguh kami telah masuk agama Islam dan berbuatlah engkau sebagaimana telah tempak bagimu”
4) Ketika Umar melihat darah pada adiknya, maka dia menyesal atas perbuatannya dan sadar serta menahan diri sambil berkata kepada Fatimah “Berikan aku lembaran tersebut yang telah kalian baca tadi. Ajaran apa yang telah dibawa Muhammad?” Sesungguhnya Umar ra orang telah mengerti bacaan dan tulisan.
5) Maka Fatimah berkata kepada Umar ra, “Sesungguhnya kami takut engkau mengetahui lembaran tersebut”, kemudian Umar ra berkata “Jangan engkau takuti! dan aku berjanji akan mengembalikan lembaran tersebut apabila telah selesai membacanya.” Maka Fatimah ingin sekali melihat Umar ra masuk agama Islam sambil berkata kepada Umar ra ,”Bahwasanya tidaklah akan menyentuh lembaran ini kecuali orang yang suci” maka Umar ra berdiri bergegas mandi, kemudian Fatimah memberikan lembaran tersebut kepada Umar ra dan kemudian Umar ra membacanya maka ada rasa takut yang menyelimuti Umar ra sambil berkata, “Betapa indah dan mulya isi omongan ini dan tidak sepantasnya bagi seseorang yang berkata hal tersebut untuk menyembah Tuhan Allah beserta yang lainnya.”
6) Pada waktu itu tiba Khobab seraya berkata, “Wahai Umar ra, demi Allah sesungguhnya aku mengharap agar Allah memberi keistimewaan kepadamu dengan doa Nabi. Sesungguhnya aku kemarin telah mendengar Nabi berdoa “Ya Allah kuatkanlah agama Islam dengan Umar bin Khottob”. Maka Fatimah meminta Umar ra untuk bersumpah kepada Allah (Kitab A’dhomatul Rasul hal. 145 – 146)
16 Februari 2010 M
“UMAR BIN KHOTTOB RA MASUK ISLAM”
1) Maka kembali Umar ke adik perempuan dan adik sepupunya, pada waktu itu ada Khobab beserta mereka sambil membawa lembaran Al Qur’an yang berisi surat Thoha yang artinya (Thahaa, Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi, (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam diatas ‘Arsy. Kepunyaan – Nya lah semua yang ada dilangit, semua yang dibumi, semua yang diantara keduanya dan semua yang dibawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersebembunyi. Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al Asmaaul Husna (nama-nama yang baik)
2) Dan adalah Khobab terlebih dahulu membacakan surat tersebut kepada Fatimah adik Umar. Ketika mereka bertiga membaca surat tersebut maka Umar ra mengetahui persembunyian Khobab pada satu sudut rumah, dan Fatimah mengambil lembaran tersebut dan meletakkan dibawah pahanya.
3) Kemudian Umar ra masuk seraya berkata “Ada apa suara bisik-bisik ini! yang aku dengar tadi, sungguh aku diberitahu bahwasanya kalian berdua adalah pengikut agama Muhammad” Kemudian Umar ra, menyerang Said maka Fatimah berdiri untuk mencegahnya, maka Umar memukul Fatimah dan melukainya. Kemudian mereka berdua berkata kepada Umar “Sungguh kami telah masuk agama Islam dan berbuatlah engkau sebagaimana telah tempak bagimu”
4) Ketika Umar melihat darah pada adiknya, maka dia menyesal atas perbuatannya dan sadar serta menahan diri sambil berkata kepada Fatimah “Berikan aku lembaran tersebut yang telah kalian baca tadi. Ajaran apa yang telah dibawa Muhammad?” Sesungguhnya Umar ra orang telah mengerti bacaan dan tulisan.
5) Maka Fatimah berkata kepada Umar ra, “Sesungguhnya kami takut engkau mengetahui lembaran tersebut”, kemudian Umar ra berkata “Jangan engkau takuti! dan aku berjanji akan mengembalikan lembaran tersebut apabila telah selesai membacanya.” Maka Fatimah ingin sekali melihat Umar ra masuk agama Islam sambil berkata kepada Umar ra ,”Bahwasanya tidaklah akan menyentuh lembaran ini kecuali orang yang suci” maka Umar ra berdiri bergegas mandi, kemudian Fatimah memberikan lembaran tersebut kepada Umar ra dan kemudian Umar ra membacanya maka ada rasa takut yang menyelimuti Umar ra sambil berkata, “Betapa indah dan mulya isi omongan ini dan tidak sepantasnya bagi seseorang yang berkata hal tersebut untuk menyembah Tuhan Allah beserta yang lainnya.”
6) Pada waktu itu tiba Khobab seraya berkata, “Wahai Umar ra, demi Allah sesungguhnya aku mengharap agar Allah memberi keistimewaan kepadamu dengan doa Nabi. Sesungguhnya aku kemarin telah mendengar Nabi berdoa “Ya Allah kuatkanlah agama Islam dengan Umar bin Khottob”. Maka Fatimah meminta Umar ra untuk bersumpah kepada Allah (Kitab A’dhomatul Rasul hal. 145 – 146)
Rabu, 10 Februari 2010
24 Shofar 1431 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
9 Januari 2010 M
“UMAR BIN KHOTTOB RA”
1) Allah SWT berfirman : “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. At Taubah ayat 100)
2) Umar bin Khottob ra. masuk agama Islam setelah orang-orang Islam hijrah ke negeri Habasyah. Adalah Abdullah bin Mas’ud berkata dulu kami tidak mampu untuk sholat disisi Ka’bah sehingga Umar ra masuk agama Islam, ketika beliau masuk agama Islam, maka beliau memerangi orang-orang kafir Qurais sampai beliau sholat disisi Ka’bah dan kami pun sholat beserta beliau. Sesungguhnya Umar masuk Islam merupakan suatu kemenangan dan hijrahnya beliau merupakan suatu pertolongan dan pemerintahan beliau merupakan rahmat. Umar ra sebelum masuk Islam adalah orang yang paling keras menentang orang-orang yang telah masuk Islam. Dalam perkara Umar ra Allah menurunkan firman “Wahai Nabi cukuplah Allah atas kamu dan orang-orang mukmin yang menyertai dirimu.” Dalam peristiwa Umar masuk Islam dikatakan bahwa Fatimah adik perempuan Umar ra masuk Islam terlebih dahulu juga Said bin Zaid sepupu Umar ra. Said bin Zaid menyembunyikan Islamnya karena takut terhadap kaumnya. Adalah Khobab bin Arit pergi ke rumah Fatimah, untuk membacakan Qur’an kepadanya, maka Umar ra pada suatu hari keluar sambil membawa pedang hendak menuju Rasulullah dan para sahabatnya dan pada waktu itu Rasulullah beserta Hamzah, Abu Bakar, Ali ra dan orang-orang yang bermukim dikota Mekkah yang tidak hijrah, maka Nu’aim bin Abdillah salah seorang yang menyembunyikan Islamnya bertemu Umar ra seraya berkata “Hendak kemana kemana engkau, hai Umar?”, Umar menjawab “Aku hendak menemui Muhammad. Muhammad ini adalah orang yang pindah agama, orang yang memecah belah kaum Qurais, menganggap bodoh pikiran-pikiran kaum Qurais, mencela agama orang Qurais dan mencaci maki Tuhan-Tuhan orang Qurais. Maka aku hendak membunuhnya.” Maka Nu’aim berkata kepada Umar ra. “Demi Allah! Sungguh nafsumu telah membuat kamu jahat. Tidak kah engkau melihat bani Abdul Manaf akan meninggalkanmu berjalan diatas bumi seandainya engkau membunuh Muhammad?, apakah sebaiknya engkau pulang saja ke keluargamu dan melaksanakan perkara keluargamu?”, Umar ra bertanya “Siapa keluargaku?”, Nu’aim berkata “Demi Allah! Said anak pamanmu dan adik perempuanmu Fatimah telah masuk agama Islam.” (Kitab Hadhomatul Rasulullah hal. 144 – 145)
9 Januari 2010 M
“UMAR BIN KHOTTOB RA”
1) Allah SWT berfirman : “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. At Taubah ayat 100)
2) Umar bin Khottob ra. masuk agama Islam setelah orang-orang Islam hijrah ke negeri Habasyah. Adalah Abdullah bin Mas’ud berkata dulu kami tidak mampu untuk sholat disisi Ka’bah sehingga Umar ra masuk agama Islam, ketika beliau masuk agama Islam, maka beliau memerangi orang-orang kafir Qurais sampai beliau sholat disisi Ka’bah dan kami pun sholat beserta beliau. Sesungguhnya Umar masuk Islam merupakan suatu kemenangan dan hijrahnya beliau merupakan suatu pertolongan dan pemerintahan beliau merupakan rahmat. Umar ra sebelum masuk Islam adalah orang yang paling keras menentang orang-orang yang telah masuk Islam. Dalam perkara Umar ra Allah menurunkan firman “Wahai Nabi cukuplah Allah atas kamu dan orang-orang mukmin yang menyertai dirimu.” Dalam peristiwa Umar masuk Islam dikatakan bahwa Fatimah adik perempuan Umar ra masuk Islam terlebih dahulu juga Said bin Zaid sepupu Umar ra. Said bin Zaid menyembunyikan Islamnya karena takut terhadap kaumnya. Adalah Khobab bin Arit pergi ke rumah Fatimah, untuk membacakan Qur’an kepadanya, maka Umar ra pada suatu hari keluar sambil membawa pedang hendak menuju Rasulullah dan para sahabatnya dan pada waktu itu Rasulullah beserta Hamzah, Abu Bakar, Ali ra dan orang-orang yang bermukim dikota Mekkah yang tidak hijrah, maka Nu’aim bin Abdillah salah seorang yang menyembunyikan Islamnya bertemu Umar ra seraya berkata “Hendak kemana kemana engkau, hai Umar?”, Umar menjawab “Aku hendak menemui Muhammad. Muhammad ini adalah orang yang pindah agama, orang yang memecah belah kaum Qurais, menganggap bodoh pikiran-pikiran kaum Qurais, mencela agama orang Qurais dan mencaci maki Tuhan-Tuhan orang Qurais. Maka aku hendak membunuhnya.” Maka Nu’aim berkata kepada Umar ra. “Demi Allah! Sungguh nafsumu telah membuat kamu jahat. Tidak kah engkau melihat bani Abdul Manaf akan meninggalkanmu berjalan diatas bumi seandainya engkau membunuh Muhammad?, apakah sebaiknya engkau pulang saja ke keluargamu dan melaksanakan perkara keluargamu?”, Umar ra bertanya “Siapa keluargaku?”, Nu’aim berkata “Demi Allah! Said anak pamanmu dan adik perempuanmu Fatimah telah masuk agama Islam.” (Kitab Hadhomatul Rasulullah hal. 144 – 145)
Langganan:
Postingan (Atom)
MASJID AGUNG BANGIL
MASJID AGUNG BANGIL MEMBERIKAN INFORMASI KEPADA SEMUA KALANGAN AHLU SUNNAH WAL JAMA'AH