13 Shoffar 1432 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
15 Oktober 2011 M
“KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD SAW &
PARA SAHABAT”
Bag. Ke 2
1) Allah SWT berfirman : “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang Telah dikuasainya itu dan kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”(QS An Nisa’Juz 5 Ayat 115)
2) Dalam sebuah Hadits Jabbir berkata : “Sesungguhnya Allah telah memilih para sahabatku untuk semua umat Islam selain para Nabi dan Rasul dan Allah memilih 4 diantara mereka untuk ku (Nabi Muhammad SAW) antara lain : Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Dan Allah SWT menjadikan sahabat-sahabatku sebagai orang-orang yang baik, dan di dalam urusan sahabat ku semuanya baik”.
Berkata Ayub Assyachtiani : “Barangsiapa yang mencintai Abu Bakar berarti melaksanakan agama, barangsiapa yang mencintai Umar berarti dia telah menerangi jalan (agama), barangsiapa yang mencintai Utsman berarti dia telah menyalakan cahaya dengan cahaya Allah SWT, berangsiapa yang mencintai Ali berarti dia telah memegang tali agama yang kuat.”
(Asyifa’ juz 2 hal 540)
3) Berkatalah Abu Bakar : “Aku tidak ingin mendahului urusannya Rasulullah SAW, berangsiapa yang menginginkan untuk melihat Nabi Adam dan Nabi Yusuf dengan ketampanannya dan ingin melihat Nabi Musa dengan pekerjaan sholatnya dan melihat Nabi Isa dengan zuhudnya, dan melihat Nabi Muhammad SAW dengan budi pekertinya maka hendaknya dia melihat pada Syaidina Ali as.”
Ali ra berkata : “Aku tidak ingin mendahului urusannya Rasulullah SAW, apabila orang alim berkumpul disatu tempat pada hari kiamat yaitu hari berkumpulnya umat manusia dan hari kesusahan, maka ada orang yang memanggil-manggil dari Allah SWT. Wahai Abu Bakar masuk lah ke surge bersama orang-orang yang mencintaimu. Maka Abu Bakar berkata, “Aku tidak ingin mendahului urusan Rasulullah SAW.” Pada perang Hunain dan Khoibar dan sungguh telah diberikan hadiah kepada Ali ra, buah kurma dan susu!, ini lah hadiah dari Nabi SAW yang menuntut, yang menang kepada Ali bin Tholib.
Konon menurut cerita orang-orang tua,bahwa Masjid Agung Bangil adalah sebuah masjid Tiban(tiba-tiba muncul)dengan ukuran 22m x 22m. dengan kontruksi yang terbuat dari kayu jati dan ada 4 tiang penyangga utama yang kenal sebagai soko wolu . Menurut artifak yang ada di mihrob,tertulis tahun 1287 H
Selasa, 11 Januari 2011
29 Muharrom 1432 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
4 Januari 2011 M
“KEHIDUPAN NABI SAW DAN
PARA SAHABATNYA RA.”
1) Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
2) Allah SWT berfirman : “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, maaka tinggalkanlah.”
Dari Anas RA berkata bahwasanya Rasulullah SAW berkata kepadaku, “Wahai anakku! Seandainya engkau mampu dikala pagi hari dan dikala sore hari, dalam hatimu tidak ada perasaan dengki atau iri kepada seseorang maka lakukanlah.” Kemudian Nabi SAW berkata, “Wahai anakku! Hal seperti ini merupakan salah satu dari pada sunnah ku dan sunnahnya orang-orang yang mencintai sunnah ku, sungguh dia mencintai aku dan mencintai orang yang mencintai aku, maka kelak dia akan bersama ku di dalam surga.”(Kitab Hayatus Sohabah – juz 1, hal. 6 – 7)
3) Abu Hurairoh meriwayatkan bahwasanya Abu Bakar As Shiddiq dan Ali pada suatu hari datang ke Rumah Rasulullah SAW, maka Ali ra berkata kepada Abu Bakar ra, “Silakan (masuk) dahulu! dan jadilah engkau orang yang pertama kali mengetuk pintu.”Ali ra terus menerus mendesak kepada Abu Bakar ra, maka Abu Bakar ra berkata, “Silakan engkau hai Ali ra terlebih dahulu!.”Kemudian Ali ra berkata, “Tidaklah aku (pantas) sebagai orang yang mendahului atas seseorang yang aku mendengar Rasulullah SAW bersabda pada hak dirinya, “Tidaklah terbit matahari dan tidak lah terbenam setelah aku wafat atas seseorang yang mana dia itu lebih utama dari pada Abu Bakar As-Shiddiq ra.”Abu Bakar ra pun berkata, “Tidak ada hak bagi kami sebagai orang yang mendahului atas seseorang yang mana Rasulullah SAW bersabda pada hak dirinya, “Aku diberi sebaik-baik wanita untuk sebaik-baik laki-laki.” Ali ra pun membalas berkata, “Aku tidak akan mendahului atas seseorang yang mana Rasulullah SAW bersabda pada hak dirinya “Barangsiapa ingin melihat ke dalam hati Nabi Ibrahim as maka hendaklah dia melihat hati Abu Bakar As-Shiddiq ra.” (Nurul Abshor, hal. 9)
4 Januari 2011 M
“KEHIDUPAN NABI SAW DAN
PARA SAHABATNYA RA.”
1) Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
2) Allah SWT berfirman : “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, maaka tinggalkanlah.”
Dari Anas RA berkata bahwasanya Rasulullah SAW berkata kepadaku, “Wahai anakku! Seandainya engkau mampu dikala pagi hari dan dikala sore hari, dalam hatimu tidak ada perasaan dengki atau iri kepada seseorang maka lakukanlah.” Kemudian Nabi SAW berkata, “Wahai anakku! Hal seperti ini merupakan salah satu dari pada sunnah ku dan sunnahnya orang-orang yang mencintai sunnah ku, sungguh dia mencintai aku dan mencintai orang yang mencintai aku, maka kelak dia akan bersama ku di dalam surga.”(Kitab Hayatus Sohabah – juz 1, hal. 6 – 7)
3) Abu Hurairoh meriwayatkan bahwasanya Abu Bakar As Shiddiq dan Ali pada suatu hari datang ke Rumah Rasulullah SAW, maka Ali ra berkata kepada Abu Bakar ra, “Silakan (masuk) dahulu! dan jadilah engkau orang yang pertama kali mengetuk pintu.”Ali ra terus menerus mendesak kepada Abu Bakar ra, maka Abu Bakar ra berkata, “Silakan engkau hai Ali ra terlebih dahulu!.”Kemudian Ali ra berkata, “Tidaklah aku (pantas) sebagai orang yang mendahului atas seseorang yang aku mendengar Rasulullah SAW bersabda pada hak dirinya, “Tidaklah terbit matahari dan tidak lah terbenam setelah aku wafat atas seseorang yang mana dia itu lebih utama dari pada Abu Bakar As-Shiddiq ra.”Abu Bakar ra pun berkata, “Tidak ada hak bagi kami sebagai orang yang mendahului atas seseorang yang mana Rasulullah SAW bersabda pada hak dirinya, “Aku diberi sebaik-baik wanita untuk sebaik-baik laki-laki.” Ali ra pun membalas berkata, “Aku tidak akan mendahului atas seseorang yang mana Rasulullah SAW bersabda pada hak dirinya “Barangsiapa ingin melihat ke dalam hati Nabi Ibrahim as maka hendaklah dia melihat hati Abu Bakar As-Shiddiq ra.” (Nurul Abshor, hal. 9)
Selasa, 04 Januari 2011
Kehidupan Nabi SAW & PARA SAHABATNYA RA
29 Muharrom 1432 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
4 Januari 2011 M
“KEHIDUPAN NABI SAW DAN
PARA SAHABATNYA RA.”
1) Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
2) Allah SWT berfirman : “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, maaka tinggalkanlah.”
Dari Anas RA berkata bahwasanya Rasulullah SAW berkata kepadaku, “Wahai anakku! Seandainya engkau mampu dikala pagi hari dan dikala sore hari, dalam hatimu tidak ada perasaan dengki atau iri kepada seseorang maka lakukanlah.” Kemudian Nabi SAW berkata, “Wahai anakku! Hal seperti ini merupakan salah satu dari pada sunnah ku dan sunnahnya orang-orang yang mencintai sunnah ku, sungguh dia mencintai aku dan mencintai orang yang mencintai aku, maka kelak dia akan bersama ku di dalam surga.”(Kitab Hayatus Sohabah – juz 1, hal. 6 – 7)
3) Abu Hurairoh meriwayatkan bahwasanya Abu Bakar As Shiddiq dan Ali pada suatu hari datang ke Rumah Rasulullah SAW, maka Ali ra berkata kepada Abu Bakar ra, “Silakan (masuk) dahulu! dan jadilah engkau orang yang pertama kali mengetuk pintu.”Ali ra terus menerus mendesak kepada Abu Bakar ra, maka Abu Bakar ra berkata, “Silakan engkau hai Ali ra terlebih dahulu!.”Kemudian Ali ra berkata, “Tidaklah aku (pantas) sebagai orang yang mendahului atas seseorang yang aku mendengar Rasulullah SAW bersabda pada hak dirinya, “Tidaklah terbit matahari dan tidak lah terbenam setelah aku wafat atas seseorang yang mana dia itu lebih utama dari pada Abu Bakar As-Shiddiq ra.”Abu Bakar ra pun berkata, “Tidak ada hak bagi kami sebagai orang yang mendahului atas seseorang yang mana Rasulullah SAW bersabda pada hak dirinya, “Aku diberi sebaik-baik wanita untuk sebaik-baik laki-laki.” Ali ra pun membalas berkata, “Aku tidak akan mendahului atas seseorang yang mana Rasulullah SAW bersabda pada hak dirinya “Barangsiapa ingin melihat ke dalam hati Nabi Ibrahim as maka hendaklah dia melihat hati Abu Bakar As-Shiddiq ra.” (Nurul Abshor, hal. 9)
4 Januari 2011 M
“KEHIDUPAN NABI SAW DAN
PARA SAHABATNYA RA.”
1) Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
2) Allah SWT berfirman : “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, maaka tinggalkanlah.”
Dari Anas RA berkata bahwasanya Rasulullah SAW berkata kepadaku, “Wahai anakku! Seandainya engkau mampu dikala pagi hari dan dikala sore hari, dalam hatimu tidak ada perasaan dengki atau iri kepada seseorang maka lakukanlah.” Kemudian Nabi SAW berkata, “Wahai anakku! Hal seperti ini merupakan salah satu dari pada sunnah ku dan sunnahnya orang-orang yang mencintai sunnah ku, sungguh dia mencintai aku dan mencintai orang yang mencintai aku, maka kelak dia akan bersama ku di dalam surga.”(Kitab Hayatus Sohabah – juz 1, hal. 6 – 7)
3) Abu Hurairoh meriwayatkan bahwasanya Abu Bakar As Shiddiq dan Ali pada suatu hari datang ke Rumah Rasulullah SAW, maka Ali ra berkata kepada Abu Bakar ra, “Silakan (masuk) dahulu! dan jadilah engkau orang yang pertama kali mengetuk pintu.”Ali ra terus menerus mendesak kepada Abu Bakar ra, maka Abu Bakar ra berkata, “Silakan engkau hai Ali ra terlebih dahulu!.”Kemudian Ali ra berkata, “Tidaklah aku (pantas) sebagai orang yang mendahului atas seseorang yang aku mendengar Rasulullah SAW bersabda pada hak dirinya, “Tidaklah terbit matahari dan tidak lah terbenam setelah aku wafat atas seseorang yang mana dia itu lebih utama dari pada Abu Bakar As-Shiddiq ra.”Abu Bakar ra pun berkata, “Tidak ada hak bagi kami sebagai orang yang mendahului atas seseorang yang mana Rasulullah SAW bersabda pada hak dirinya, “Aku diberi sebaik-baik wanita untuk sebaik-baik laki-laki.” Ali ra pun membalas berkata, “Aku tidak akan mendahului atas seseorang yang mana Rasulullah SAW bersabda pada hak dirinya “Barangsiapa ingin melihat ke dalam hati Nabi Ibrahim as maka hendaklah dia melihat hati Abu Bakar As-Shiddiq ra.” (Nurul Abshor, hal. 9)
Label:
Konsep Pengajian Ust. Nur Kholis,
p
Senin, 27 Desember 2010
22 Muharrom 1431 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
28 Desember 2010 M
“SITI AISYAH RA.”
1) Allah SWT berfirman : “Katakanlah: "Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang Telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang Telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.” (QS Al Kahfi ayat 103 – 106)
2) Nabi Muhammad SAW bersabda : “Tidaklah aku menikahi seorang wanita dari istri-istriku kecuali dengan wahyu yang dibawa Jibril kepadaku dari Tuhanku Azza Wajallah.”
3) Wanita yang pertama dinikahi oleh Nabi SAW adalah Siti Khodijah, sungguh telah datang hadits bahwa “Sesungguhnya Rasulullah SAW diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada Khodijah dengan sebuah rumah disurga yang terbuat dari batang bambu yang mana tidak ada teriakan dan kepayahan di dalamnya.”
4) Kemudian Saudah binti Zam’ah pada tahun ke 10 dari kenabian. Saudah adalah wanita yang dibawah kekuasaan (istri) sepupunya yang bernama Syakron bin Amr. Syakron masuk Islam bersama Saudah terlebih dahulu kemudian dia hijrah ke Negeri Habasyah pada waktu hijrah yang kedua. Ketika Syakron meninggal maka Nabi SAW menikahi Saudah. Dan ketika Saudah berusia lanjut disisi Nabi SAW maka Nabi SAW hendak mentala’ (menceraikan)nya, maka Saudah memohon kepada Nabi SAW agar tidak melakukannya dan Saudah menjadikan hari gilirnya diberikan kepada Aisyah, sehingga Nabi menahan Saudah tetap menjadi Istrinya.
5) Kemudian Aisyah binti Abu Bakar As Shiddiq pada bulan Syawwal tahun ke dua belas dari kenabian. Nabi SAW meninggal pada saat itu Siti Aisyah masih berusia 18 tahun, dan Nabi SAW tidak menikahi seorang perawan kecuali dirinya (Aisyah). Aisyah adalah istri yang paling dicintai diantara istri-istri Nabi SAW, Aisyah meninggal pada tahun ke 57 atau 58. Dan Abu Hurairoh yang mensholati atas dirinya dan dikuburkan di pekuburan Baqi’ pada malam hari. (Kitab Nurul Absor Fi Manaqibi Ahlinnabi Al-Mukhtar hal. 98 – 100)
6). Turun alasan (udzur) dan bebasnya Aisyah dari tuduhan perselingkuhan dari Allah SWT dengan kebebasan yang pasti. Apabila ada seorang muslim yang masih meragukan akan bebasnya Aisyah maka jadilah dia seorang yang kafir dengan ijma’. (Kitab Riyadul Musytatobah hal. 311)
28 Desember 2010 M
“SITI AISYAH RA.”
1) Allah SWT berfirman : “Katakanlah: "Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang Telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang Telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.” (QS Al Kahfi ayat 103 – 106)
2) Nabi Muhammad SAW bersabda : “Tidaklah aku menikahi seorang wanita dari istri-istriku kecuali dengan wahyu yang dibawa Jibril kepadaku dari Tuhanku Azza Wajallah.”
3) Wanita yang pertama dinikahi oleh Nabi SAW adalah Siti Khodijah, sungguh telah datang hadits bahwa “Sesungguhnya Rasulullah SAW diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada Khodijah dengan sebuah rumah disurga yang terbuat dari batang bambu yang mana tidak ada teriakan dan kepayahan di dalamnya.”
4) Kemudian Saudah binti Zam’ah pada tahun ke 10 dari kenabian. Saudah adalah wanita yang dibawah kekuasaan (istri) sepupunya yang bernama Syakron bin Amr. Syakron masuk Islam bersama Saudah terlebih dahulu kemudian dia hijrah ke Negeri Habasyah pada waktu hijrah yang kedua. Ketika Syakron meninggal maka Nabi SAW menikahi Saudah. Dan ketika Saudah berusia lanjut disisi Nabi SAW maka Nabi SAW hendak mentala’ (menceraikan)nya, maka Saudah memohon kepada Nabi SAW agar tidak melakukannya dan Saudah menjadikan hari gilirnya diberikan kepada Aisyah, sehingga Nabi menahan Saudah tetap menjadi Istrinya.
5) Kemudian Aisyah binti Abu Bakar As Shiddiq pada bulan Syawwal tahun ke dua belas dari kenabian. Nabi SAW meninggal pada saat itu Siti Aisyah masih berusia 18 tahun, dan Nabi SAW tidak menikahi seorang perawan kecuali dirinya (Aisyah). Aisyah adalah istri yang paling dicintai diantara istri-istri Nabi SAW, Aisyah meninggal pada tahun ke 57 atau 58. Dan Abu Hurairoh yang mensholati atas dirinya dan dikuburkan di pekuburan Baqi’ pada malam hari. (Kitab Nurul Absor Fi Manaqibi Ahlinnabi Al-Mukhtar hal. 98 – 100)
6). Turun alasan (udzur) dan bebasnya Aisyah dari tuduhan perselingkuhan dari Allah SWT dengan kebebasan yang pasti. Apabila ada seorang muslim yang masih meragukan akan bebasnya Aisyah maka jadilah dia seorang yang kafir dengan ijma’. (Kitab Riyadul Musytatobah hal. 311)
Selasa, 21 Desember 2010
15 Muharrom 1431 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
21 Desember 2010 M
“SITI AISYAH RA.”
1) Allah SWT berfirman : “Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (QS. An Nurr ayat 26)
Yang dimaksud dengan At-Thoyib adalah Nabi dan yang dimaksud dengan At-Thoyibah adalah Aisyah. Barangsiapa mencaci maki Nabi SAW dalam perkaranya Aisyah adalah kafir terlaknat pelakunya, yang mana Allah SWT mengharamkan surga atasnya.
2) Aisyah binti Abu Bakar adalah wanita yang terbebaskan (dari tuduhan zina) dengan nash Al-qur’an yang nyata. Nabi SAW tidak mengawini seorang istri yang perawan kecuali Aisyah, kekasih Nabi SAW yang ahli dalam ilmu pengetahuan agama. Beliau meriwayatkan hadits sebanyak 2210 dan beliau selalu berpuasa sepanjang tahun.
Hisyam bin Urwah berkata, “Aisyah meninggal pada umur 57 tahun dan dikebumikan dipekuburan Baqi’.” (Kitab Ibanatul Ahkam Syarah Bulughul Marom juz 1 hal. 71)
3) Dari Aisyah ra, bahwasanya Nabi SAW berkata kepadanya, “Tidakkah engkau rela menjadi istriku di dunia dan akhirat?
21 Desember 2010 M
“SITI AISYAH RA.”
1) Allah SWT berfirman : “Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (QS. An Nurr ayat 26)
Yang dimaksud dengan At-Thoyib adalah Nabi dan yang dimaksud dengan At-Thoyibah adalah Aisyah. Barangsiapa mencaci maki Nabi SAW dalam perkaranya Aisyah adalah kafir terlaknat pelakunya, yang mana Allah SWT mengharamkan surga atasnya.
2) Aisyah binti Abu Bakar adalah wanita yang terbebaskan (dari tuduhan zina) dengan nash Al-qur’an yang nyata. Nabi SAW tidak mengawini seorang istri yang perawan kecuali Aisyah, kekasih Nabi SAW yang ahli dalam ilmu pengetahuan agama. Beliau meriwayatkan hadits sebanyak 2210 dan beliau selalu berpuasa sepanjang tahun.
Hisyam bin Urwah berkata, “Aisyah meninggal pada umur 57 tahun dan dikebumikan dipekuburan Baqi’.” (Kitab Ibanatul Ahkam Syarah Bulughul Marom juz 1 hal. 71)
3) Dari Aisyah ra, bahwasanya Nabi SAW berkata kepadanya, “Tidakkah engkau rela menjadi istriku di dunia dan akhirat?
Selasa, 14 Desember 2010
1 Muharrom 1431 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
7 Desember 2010 M
“KEUTAMAAN SITI AISYAH RA.”
1) Orang-orang Islam sudah mengetahui akan cintanya Nabi SAW kepada Aisyah. Apabila ada sebuah hadiah dari salah satu diantara mereka yang hendak diberikan kepada Rasulullah SAW, maka dia mengakhirkannya sampai Rasulullah SAW sampai berada dirumahnya Aisyah ra. maka dia yang mempunyai hadiah tersebut mengirimkan kepada Rasulullah SAW dirumah Aisyah. Sehingga kelompok Ummu Salamah berkata kepada Ummu Salamah, “bicaralah engkau kepada Rasulullah bahwasanya supaya Nabi SAW berbicara kepada orang-orang, bahwa barangsiapa yang akan memberikan hadiah kepada Rasulullah, maka hendaknya dia memberikan kepada Nabi SAW saat berada dirumah istri-istrinya yang mana saja.” Maka Ummu Salamah berbicara kepada Nabi SAW tentang omongan kelompoknya dan Nabi pun tidak menjawab sama sekali kepada Ummu Salamah. Kemudian kelompok Ummu Salamah menanyakan hal tersebut kepada Ummu Salamah. Maka Ummu Salamah berkata “Nabi sama sekali tidak berkata kepadaku”, kemudian mereka berkata kepada Ummu Salamah “Tanyakanlah oleh mu kepada Nabi”, Ummu Salamah berkata, “bahwa aku telah bertanya kepada Nabi ketika beliau SAW bergantian kerumahnya, dan Nabi pun tidak menjawab sama sekali. Kemudian mereka bertanya kembali kepada Ummu Salamah dan Ummu Salamah pun menjawab “bahwa Nabi tidak menjawab sama sekali padaku.” Terus mereka berkata lagi kepada Ummu Salamah, “Tanyakan lagi hal tersebut kepada Nabi sampai Nabi mau berbicara lagi kepadamu.” Maka suatu hari giliran Nabi kerumah Ummu Salamah, dia bertanya lagi kepada Nabi. Lalu Nabi berkata kepada Ummu Salamah, “Jangan engkau menyakiti ku tentang perihal Aisyah karena sesungguhnya wahyu tidak datang kepadaku padahal aku didalam pakaian seorang perempuan kecuali Aisyah”, maka Ummu Salamah berkata, “Aku bertobat kepada Allah dari menyakiti mu, wahai Rasulullah!.”
Kemudian sesungguhnya kelompok Ummu Salamah tersebut, mengundang Fatimah dan mengutus kepada Rasulullah sambil berkata, “Sesungguhnya istri-istrimu (Nabi SAW) bersumpah kepada Allah akan keadilan tentang anak peremuannya Abu Bakar (Aisyah)”. Lalu Nabi SAW menjawab, “Wahai anakku! Tidakkah engkau senang apa yang aku senangi”. Fatimah menjawab, “Benar!”. Lalu dia pulang kembali dan memberitahukan kepada mereka (kelompok Ummu Salamah) sambil berkata, “Kembalilah engkau kepada Nabi SAW”. Maka Ummu Salamah menolak, dan mereka mengutus Zainab binti Dahsim untuk datang kepada Nabi SAW dan menguatkan (usulan mereka). Dan dia (Zainab) berkata, “Sesungguhnya istri-istri kamu bersumpah kepada Allah akan keadilan tentang cucu perempuan Abu Qohafah”. Maka Zainab mengeraskan suaranya sampai dia menyinggung Aisyah padahal pada waktu itu Siti Aisyah sedang duduk maka dia mencela Zainab sampai Rasulullah melihat kepada Aisyah apakah dia menjawab.
Perowi berkata, “Maka Aisyah membantah perkataan Zainab sampai dia membuat diam Zainab”, kemudian Zainab berkata, “bahwa Nabi SAW memandang kepada Aisyah sambil berkata bahwa Aisyah adalah anak perempuan Abu Bakar (sesungguhnya dia adalah wanita yang mulia, cerdik dan pintar seperti Bapaknya).
(Kitab Fathcul Baar, Juz 5 – hal. 26 & Kitab Irsyadul Syari Juz 4 – hal. 341)
7 Desember 2010 M
“KEUTAMAAN SITI AISYAH RA.”
1) Orang-orang Islam sudah mengetahui akan cintanya Nabi SAW kepada Aisyah. Apabila ada sebuah hadiah dari salah satu diantara mereka yang hendak diberikan kepada Rasulullah SAW, maka dia mengakhirkannya sampai Rasulullah SAW sampai berada dirumahnya Aisyah ra. maka dia yang mempunyai hadiah tersebut mengirimkan kepada Rasulullah SAW dirumah Aisyah. Sehingga kelompok Ummu Salamah berkata kepada Ummu Salamah, “bicaralah engkau kepada Rasulullah bahwasanya supaya Nabi SAW berbicara kepada orang-orang, bahwa barangsiapa yang akan memberikan hadiah kepada Rasulullah, maka hendaknya dia memberikan kepada Nabi SAW saat berada dirumah istri-istrinya yang mana saja.” Maka Ummu Salamah berbicara kepada Nabi SAW tentang omongan kelompoknya dan Nabi pun tidak menjawab sama sekali kepada Ummu Salamah. Kemudian kelompok Ummu Salamah menanyakan hal tersebut kepada Ummu Salamah. Maka Ummu Salamah berkata “Nabi sama sekali tidak berkata kepadaku”, kemudian mereka berkata kepada Ummu Salamah “Tanyakanlah oleh mu kepada Nabi”, Ummu Salamah berkata, “bahwa aku telah bertanya kepada Nabi ketika beliau SAW bergantian kerumahnya, dan Nabi pun tidak menjawab sama sekali. Kemudian mereka bertanya kembali kepada Ummu Salamah dan Ummu Salamah pun menjawab “bahwa Nabi tidak menjawab sama sekali padaku.” Terus mereka berkata lagi kepada Ummu Salamah, “Tanyakan lagi hal tersebut kepada Nabi sampai Nabi mau berbicara lagi kepadamu.” Maka suatu hari giliran Nabi kerumah Ummu Salamah, dia bertanya lagi kepada Nabi. Lalu Nabi berkata kepada Ummu Salamah, “Jangan engkau menyakiti ku tentang perihal Aisyah karena sesungguhnya wahyu tidak datang kepadaku padahal aku didalam pakaian seorang perempuan kecuali Aisyah”, maka Ummu Salamah berkata, “Aku bertobat kepada Allah dari menyakiti mu, wahai Rasulullah!.”
Kemudian sesungguhnya kelompok Ummu Salamah tersebut, mengundang Fatimah dan mengutus kepada Rasulullah sambil berkata, “Sesungguhnya istri-istrimu (Nabi SAW) bersumpah kepada Allah akan keadilan tentang anak peremuannya Abu Bakar (Aisyah)”. Lalu Nabi SAW menjawab, “Wahai anakku! Tidakkah engkau senang apa yang aku senangi”. Fatimah menjawab, “Benar!”. Lalu dia pulang kembali dan memberitahukan kepada mereka (kelompok Ummu Salamah) sambil berkata, “Kembalilah engkau kepada Nabi SAW”. Maka Ummu Salamah menolak, dan mereka mengutus Zainab binti Dahsim untuk datang kepada Nabi SAW dan menguatkan (usulan mereka). Dan dia (Zainab) berkata, “Sesungguhnya istri-istri kamu bersumpah kepada Allah akan keadilan tentang cucu perempuan Abu Qohafah”. Maka Zainab mengeraskan suaranya sampai dia menyinggung Aisyah padahal pada waktu itu Siti Aisyah sedang duduk maka dia mencela Zainab sampai Rasulullah melihat kepada Aisyah apakah dia menjawab.
Perowi berkata, “Maka Aisyah membantah perkataan Zainab sampai dia membuat diam Zainab”, kemudian Zainab berkata, “bahwa Nabi SAW memandang kepada Aisyah sambil berkata bahwa Aisyah adalah anak perempuan Abu Bakar (sesungguhnya dia adalah wanita yang mulia, cerdik dan pintar seperti Bapaknya).
(Kitab Fathcul Baar, Juz 5 – hal. 26 & Kitab Irsyadul Syari Juz 4 – hal. 341)
Senin, 08 November 2010
11 Dzulqo’dah 1431 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
19 Oktober 2010 M
“KEHIDUPAN PARA SAHABAT”
1) Nabi Muhammad SAW bersabda : “Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah SWT. Dan tunduk serta taat kepada pemimpin sekalipun dia seorang hamba sahaya dari bangsa Habasyi. Karena sesungguhnya barangsiapa yang hidup dari kalian setelah aku nanti maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka ladzimkan atas kalian dengan berpegangan kepada sunnahku dan sunnahnya khulafaurrosyidin. Peganglah syareat mereka dan gigitlah dengan gigi graham. Awas kalian terhadap perkara-perkara baru sebab sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat.”
2) Dari Umar ra. dalam hadits marfu’ “aku bertanya kepada Tuhanku tentang perselisihan diantara sahabat-sahabatku setelah aku nanti, aku diberi wahyu, “Wahai Muhammad sesungguhnya para sahabatmu disisi – Ku seperti bintang-bintang dilangit sebagiannya lebih kuat dari sebagian yang lain, dan setiap satu dari mereka adalah cahaya, barang siapa mengambil sesuatu yang ada pada mereka dari perselisihan mereka maka hal itu disisi-Ku adalah diatas petunjuk.” Dan Nabi SAW bersabda “para sahabatku laksana bintang-bintang, dimana saja diantara mereka engkau mengambil petunjuk, maka kalian akan mendapat petunjuk.”
(HR. Rozin)
3) Dari Khudaifah dalam hadits marfu’ Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya aku tidak tahu hitungan sisa hidupku diantara kalian, maka hendaklah kalian mengikuti dengan orang-orang setelah aku dan Nabi SAW memberi isyarat kepada Abu Bakar ra dan Umar ra.” (HR. Tirmidzi – kitab Hayatus Shohabah hal. 6 juz 1)
4) Urwah bin Mas’ud bertanya kepada sahabat-sahabatnya seraya berkata : “Wahai kaumku. Demi Allah! Sungguh aku telah datang sebagai utusan kepada raja-raja, dan aku telah datang kepada kaisar dan Qisroh, serta raja Najasyi. Demi Allah! Tidaklah aku melihat ada raja yang diagungkan oleh para sahabatnya sebagaimana para sahabat Nabi SAW mengagungkan beliau SAW. Demi Allah! Tidaklah Nabi mengeluarkan dahak kecuali dahak tersebut jatuh ditelapak tangan seseorang diantara mereka, maka orang tersebut menggosok-gosokkan dahak tersebut kewajah dan kulitnya. Apabila Nabi SAW memerintahkan mereka maka menyegerakan perintah tersebut, dan apabila wudlu maka hamper-hampir mereka saling baku hantam memperebutkan sisa air wudlu Nabi SAW. Apabila Nabi berbicara maka mereka merendahkan suaranya disisi Nabi SAW, mereka tidak berani memelototkan pandangannya karena mengagungkan kepada Nabi SAW dan sesungguhnya Nabi SAW telah membentangkan atas kalian garis-garis petunjuk maka terimalah pentunjuk tersebut. (Hayatus Shohabat hal. 153, juz 1)
19 Oktober 2010 M
“KEHIDUPAN PARA SAHABAT”
1) Nabi Muhammad SAW bersabda : “Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah SWT. Dan tunduk serta taat kepada pemimpin sekalipun dia seorang hamba sahaya dari bangsa Habasyi. Karena sesungguhnya barangsiapa yang hidup dari kalian setelah aku nanti maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka ladzimkan atas kalian dengan berpegangan kepada sunnahku dan sunnahnya khulafaurrosyidin. Peganglah syareat mereka dan gigitlah dengan gigi graham. Awas kalian terhadap perkara-perkara baru sebab sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat.”
2) Dari Umar ra. dalam hadits marfu’ “aku bertanya kepada Tuhanku tentang perselisihan diantara sahabat-sahabatku setelah aku nanti, aku diberi wahyu, “Wahai Muhammad sesungguhnya para sahabatmu disisi – Ku seperti bintang-bintang dilangit sebagiannya lebih kuat dari sebagian yang lain, dan setiap satu dari mereka adalah cahaya, barang siapa mengambil sesuatu yang ada pada mereka dari perselisihan mereka maka hal itu disisi-Ku adalah diatas petunjuk.” Dan Nabi SAW bersabda “para sahabatku laksana bintang-bintang, dimana saja diantara mereka engkau mengambil petunjuk, maka kalian akan mendapat petunjuk.”
(HR. Rozin)
3) Dari Khudaifah dalam hadits marfu’ Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya aku tidak tahu hitungan sisa hidupku diantara kalian, maka hendaklah kalian mengikuti dengan orang-orang setelah aku dan Nabi SAW memberi isyarat kepada Abu Bakar ra dan Umar ra.” (HR. Tirmidzi – kitab Hayatus Shohabah hal. 6 juz 1)
4) Urwah bin Mas’ud bertanya kepada sahabat-sahabatnya seraya berkata : “Wahai kaumku. Demi Allah! Sungguh aku telah datang sebagai utusan kepada raja-raja, dan aku telah datang kepada kaisar dan Qisroh, serta raja Najasyi. Demi Allah! Tidaklah aku melihat ada raja yang diagungkan oleh para sahabatnya sebagaimana para sahabat Nabi SAW mengagungkan beliau SAW. Demi Allah! Tidaklah Nabi mengeluarkan dahak kecuali dahak tersebut jatuh ditelapak tangan seseorang diantara mereka, maka orang tersebut menggosok-gosokkan dahak tersebut kewajah dan kulitnya. Apabila Nabi SAW memerintahkan mereka maka menyegerakan perintah tersebut, dan apabila wudlu maka hamper-hampir mereka saling baku hantam memperebutkan sisa air wudlu Nabi SAW. Apabila Nabi berbicara maka mereka merendahkan suaranya disisi Nabi SAW, mereka tidak berani memelototkan pandangannya karena mengagungkan kepada Nabi SAW dan sesungguhnya Nabi SAW telah membentangkan atas kalian garis-garis petunjuk maka terimalah pentunjuk tersebut. (Hayatus Shohabat hal. 153, juz 1)
Langganan:
Postingan (Atom)
MASJID AGUNG BANGIL
MASJID AGUNG BANGIL MEMBERIKAN INFORMASI KEPADA SEMUA KALANGAN AHLU SUNNAH WAL JAMA'AH