MASJID AGUNG BANGIL

Selasa, 30 Maret 2010

13 Robiul Tsani 1431 H Pengasuh : Ust. HM. Nur Cholis Musytari
30 Maret 2010 M


“SYAIDINA USTMAN BIN AFFAN RA.”


1) Ibnu Mauhab berkata, ada seseorang dari negeri Masir datang dan menunaikan ibadah haji, maka dia melihat sekelompok orang sedang duduk maka dia bertanya “Siapakah orang-orang tersebut?”, maka orang-orang menjawab “Mereka adalah kaum Quraisy”. Orang itu bertanya lagi “Siapakah orang yang tertua diantara mereka?”, orang-orang menjawab “Abdullah bin Umar”, kemudian orang tersebut berkata “Wahai Ibnu Umar, sesunguhnya aku bertanya kepadamu tentang sesuatau maka ceritakanlah hal tersebut kepadaku, apakah engkau tau bahwa sesungguhnya Utsman bin Affan ra telah lari pada perang badar?”, Ibnu Umar menjawab “Ya benar!”. “Apakah engkau tau bahwasanya Utsman bin Affan ra. tidak ikut perang badar?”, Ibnu Umar menjawab “Ya benar!”, “Apakah engkau tahu bahwa sesunguhnya Utsman ra. tidak hadir pada bai’at Ridwan dan tidak ikut dalam bai’at Ridwan?”, Ibnu Umar menjawab “Ya benar!”, maka orang tersebut berkata “Allahu Akbar!, (seraya mengganggap baik akan jawaban Ibnu Umar karena sesungguhnya Ibnu Umar telah sesuai dengan keyakinan orang tersebut).” Lalu Ibnu Umar menjawab supaya orang tersebut berubah keyakinannya. “Kemarilah engkau aku akan jelaskan kepadamu, Adapun Utsman ra lari pada perang tersebut maka saksikanlah bahwa Allah SWT telah mengampuni dan memaafkan beliau (Allah SWT berfirman artinya “Sesungguhnya Allah telah mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang), Adapun Utsman bin Affan tidak hadir dalam perang badar, maka sesungguhnya beliau mengurusi anak perempuan Nabi SAW yang sedang jatuh sakit (yang bernama Ruqoiyah, berumur 20 tahun) Nabi SAW berkata kepada Utsman ra “Sesungguhnya bagimu pahala orang yang telah mengikut perang badar dan bagian rampasan perang badar”. Adapun Utsman bin Affan tidak hadir dalam bai’at Ridwan maka seandainya ada seseorang yang lebih mulia di kota Mekkah selain dari Utsman bin Affan ra niscaya Nabi SAW akan mengutus dan menggantikan tempat Utsman bin Affan, maka Rasulullah SAW mengutus Utsman ra. dan bai’at Ridwan terjadi setelah kepergian Utsman ke kota Mekkah. Nabi SAW bersabda dengan tangan kanan beliau, “Ini lah tangan Utsman ra. maka beliau menepuk dengan tangannya diatas tangan Syaidina Utsman ra seraya berkata inilah Utsman bin Affan”. Kemudian Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut “Sekarang pergilah engkau dengan keteranganku ini (jawaban-jawaban yang telah aku jelaskan kepadamu sehingga akan hilang darimu apa-apa yang menjadi keyakinanmu tentang ketidakhadiran Utsman bin Affan”. (Kitab Fatchul Baar, Sarah Bukhoir Juz 7 – hal. 66 – Kitab Irsyadus Saari Sarah Bukhori juz 6 hal. 109)
2) Dari Abu Hurairoh berkata : “Suatu saat aku masuk kerumah Ruqoiyah anak perempuan Nabi SAW dan ditangan Ruqoiyah ada sebuah sisir, maka dia berkata “bahwa Rasulullah SAW telah keluar tadi, yang mana aku telah menyisir rambut beliau.” Maka Nabi SAW berkata “Apa yang engkau dapatkan tentang Ustman bin Affan ra.” Aku (Ruqoiyah) menjawab “Utsman adalah orang yang paling baik”, Maka Nabi SAW berkata “Muliakanlah Utsman ra, karena sesungguhnya dia adalah orang yang menyerupai akhlakku diantara sahabat-sahabatku.” (Khulafaur Rosyidin hal. 150)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MASJID AGUNG BANGIL

MASJID AGUNG BANGIL MEMBERIKAN INFORMASI KEPADA SEMUA KALANGAN AHLU SUNNAH WAL JAMA'AH